Tolak Tes Corona Sampai Mengamuk, Begini Penjelasan DPRD Blora
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebuah video yang menampilkan anggota DPRD Blora yang menolak untuk dites corona hingga mengamuk menjadi viral di media sosial. Tak ingin terjadi salah paham mereka pun memberi penjelasan seperti berikut.

WowKeren - Sebuah video berdurasi 2 menit 24 detikl yang menampilkan rombongan anggota DPRD Blora tengah marah-marah di tempat umum menjadi viral di media sosial. Pasalnya, mereka diduga menolak untuk dites kesehatan sebagai anitispasi penularan virus corona.

Dalam video tersebut terlihat tiga orang pria yang berdiri berhadapan dengan seorang berpakaian batik. Seorang pria bertopi yang menjadi bagian dari tiga orang berkata dengan nada keras.


ampak pula sejumlah petugas medis mengenakan masker yang hendak melakukan pemeriksaan. “Pakai aturan, mana undang-undangnya? Kita tugas dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan TKW kita. Mana suratnya?,” hardik pria bertopi. “Kita DPR, pakai aturan, bukan TKW kita."

Semetara pria berbatik itu tak banyak berkata. Beberapa orang yang tengah berada di sekitar lokasi tengah sibuk mengabadikan peristiwa tersebut melalui kamera ponselnya.

Viralnya video tersebut tentunya mendapatkan sejumlah kritikan dari warganet. Tak hanya itu, Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik Jateng, Muhammad Rifai juga menyesalkan sikap anggota DPRD tersebut. Pasalnya, sebagai wakil rakyat semestinya mereka memberikan teladan yang baik untuk bersama-sama menanggulangi pandemi corona.

“Sangat disayangkan sikap DPRD yang arogan itu. Seharusnya sebagai wakil rakyat memberikan contoh bagi masyarakat,bagaimana mengantisipasi dan waspada akan merebaknya virus corona,' kata Rifai. "Harusnya tanpa diminta para wakil rakyat ini dengan sukarela memeriksa suhu badannya ,apalagi habis melakukan kunker/perjalanan jauh."

Di lain sisi, para anggota DPRD itu menjelaskan bahwa mereka hanya mempertanyakan prosedur hingga surat tugas personel yang akan melakukan pemeriksaan. "Jadi kami habis kunjungan dari Lombok NTB, tidak diberitahu tiba-tiba kami dicegat diarahkan ke Terminal Padangan (Jawa Timur)," ungkap Anggota DPRD Blora Warsit, Jumat (20/3). "Setelah sampai di terminal kami menuruti ikut yang hadir itu banyak ratusan orang. Ada ambulans dan Camat ada Satpol PP petugas banyak sekal."

"Akhirnya saya tanyakan, ini ada apa? 'Mau periksa DPR'," lanjutnya. "Lha kok DPR diperiksa mana surat tugasnya? Kamu mau memeriksa DPR perintah dari siapa dan kamu siapa?"

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sikap tegasnya itu sebagai bentuk antisipasi terhadap oknum tak bertanggung jawab. Terlebih, akhir-akhir ini marak terjadi aksi kriminalitas dengan beragam modus kejahatan.

Ia juga menyesalkan pemeriksaan yang dilakukan di tempat terbuka dalam terminal. Apalagi, terminal itu berada di luar wilayah administratif Blora.

"Seandainya orang-orang banyak di situ ada yang terpapar virus corona, bagaimana nasib kita siapa yang tanggung jawab? Terus itu wilayah orang lain (Padangan)," tuturnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts