Sri Mulyani Janjikan Bantuan Tunai Untuk 89 Juta WNI Terdampak Wabah Corona
Instagram/smindrawati
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sektor ekonomi juga ikut terdampak wabah virus Corona yang sampai Jumat (20/3) sudah menginfeksi 369 orang di Indonesia. Menkeu Sri Mulyani pun memberikan solusi seperti ini.

WowKeren - Wabah COVID-19 tak hanya menghajar habis-habisan sektor kesehatan dan sosial, tetapi juga aspek ekonomi. Tak main-main, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia tak akan bertumbuh imbas wabah virus Corona alias 0 persen.

Tak hanya itu, Sri Mulyani pun turut memperhatikan nasib masyarakat yang pasti akan terdampak wabah tersebut. Oleh karenanya Sri Mulyani jor-joran memberikan stimulus fiskal untuk menjaga masyarakat dari jerat wabah tersebut. Salah satunya dengan memberikan bantuan tunai kepada 89 juta masyarakat.

"Bersama menteri-menteri terkait. Mendikbud untuk peningkatan pendidikan dan penanganan COVID-19, kemudian Kemensos untuk PKH (Program Keluarga Harapan) atau sembako," ujar Sri Mulyani lewat telekonferensi video setelah mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (20/3). "Sedang kita kaji keputusan yang segera."

Lebih lanjut, mantan Direktur Bank Dunia itu menegaskan bantuan yang tengah dikajinya akan ditujukan untuk 89 juta masyarakat. "Akan diberikan yang dalam bentuk banyak, atau diberikan dalam kartu sembako yang juga dinaikkan," paparnya, dilansir dari CNBC Indonesia.


Selain bantuan tunai dan sembako, program pengentasan lain seperti Kartu Pra Kerja dan Kartu Indonesia Pintar akan terus didorong agar digunakan oleh kalangan lebih luas. Dengan memakai Kartu Pra Kerja pun, imbuh Sri Mulyani, maka yang terkena pemutusan hubungan kerja pun bisa mendapatkan bantuan.

"APBN akan merespons secara cepat," pungkas Sri Mulyani, menjelaskan porsi bantuan yang dipaparkannya tadi terhadap penyerapan APBN Indonesia. "Karena ruang APBN Rp 2.500 triliun cukup memadai."

Di sisi lain, wabah COVID-19 di Indonesia memang seolah tak mengendurkan tajinya sama sekali. Informasi terbaru, hingga Jumat (20/3), pemerintah telah mengonfirmasi 369 orang positif terinfeksi virus SARS-CoV-2.

"Ada 60 kasus baru, sehingga kasus positif adalah 369," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto. "Total kasus yang meninggal jadi 32 orang, jumlah total yang sembuh 17."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts