BREAKING: Positif COVID-19 Capai 790 Kasus, Tingkat Kematian Justru Alami Penurunan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah mengonfirmasi adanya tambahan 105 kasus positif COVID-19 sejak Selasa (24/3) pukul 12.00 WIB sampai Rabu (25/3) pukul 12.00 WIB. Sehingga saat ini tercatat ada 790 kasus positif COVID-19.

WowKeren - Baru 23 hari berlalu sejak pertama kali Presiden Joko Widodo menyampaikan 2 kasus positif COVID-19 perdana di Indonesia, kini pasiennya terus mengalami peningkatan jumlah. Yang terbaru, sebanyak 790 orang dikonfrimasi positif terinfeksi virus Corona.

Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi persnya pada Rabu (25/3) hari ini. Pada kesempatan itu, Yuri turut pula menyampaikan perkembangan masing-masing kasus positif tersebut.


"Sekarang tambah 105 kasus," ujar Yuri di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu sore. "Sehingga total ada 790 kasus."

Angka ini pun sontak membuat publik bingung lantaran tidak sesuai dengan perkembangan terakhir. Sebagai pengingat, pada Selasa kemarin, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia adalah 686 orang. "Karena kemarin ada satu pasien yang tercatat di rumah sakit," beber Yuri, menyampaikan alasan di balik simpang-siur data yang ada.

Lebih lanjut, Yuri menyatakan ada 3 pasien positif lagi yang mengembuskan napas terakhirnya pada rentang 24 jam terakhir, terhitung sejak Selasa pukul 12.00 WIB sampai Rabu pukul 12.00 WIB. Kendati demikian, ada 1 pasien yang dinyatakan sembuh sehingga total 30 kasus berakhir dengan kesembuhan total.

Dengan demikian, total ada 58 pasien yang dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit COVID-19. Angka ini tentu menyita perhatian tersendiri lantaran cukup tinggi bila dibandingkan negara lain, seperti Singapura misalnya yang sudah lebih dahulu berjibaku dengan pasien positif COVID-19 tetapi banyak yang tidak berakhir dengan kematian.

Namun di balik "fakta mengerikan" ini, ternyata tersimpan satu hal yang patut dianggap sebagai angin segar. Sebab dilansir dari laman covid19.go.id milik pemerintah, kini tingkat kematian akibat COVID-19 mengalami penurunan. Bila sebelumnya mencapai 8 persen lebih, per hari ini presentasenya menurun menjadi 7,3 persen dari total pasien terkonfirmasi positif.

Sebelumnya Achmad Yurianto juga pernah menyatakan bahwa presentase kematian pasien COVID-19 di Indonesia memang tinggi, tetapi akan bergerak dinamis. Dengan demikian tingkat kematiannya bisa berubah seiring berjalannya waktu.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts