Kisah Sedih Perawat Positif Corona Nekat Bunuh Diri Demi Cegah Penularan Virus
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kisah menyedihkan datang dari Italia. Seroang perawat yang positif terkena virus corona nekat melakukan aksi bunuh diri demi mencegah orang lain tertular COVID-19.

WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) telah menyebar semakin luas setiap harinya. Kasus COVID-19 di sejumlah negara terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap harinya. Italia menjadi salah satu negara yang terdampak virus corona paling parah.

Italia menjadi negara kedua dengan infeksi virus corona tertinggi di dunia setelah Tiongkok. Hingga Kamis (26/3), Italia mencatat 74.386 kasus virus corona dengan 7.503 kematian dan 9.362 pasien dinyatakan sembuh.


Berbagai rumah sakit hingga tenaga medis di Italia bahkan dikabarkan mengalami kewalahan dalam menangani pasien yang terus berdatangan. Baru-baru ini, kisah menyedihkan datang dari seorang perawat di salah satu rumah sakit Italia.

Perawat yang bernama Daniela Trezzi ini nekat melakukan aksi bunuh diri setelah dirinya positif terinfeksi virus corona. Aksi itu dilakukan Daniela Trezzi lantaran ia takut menginfeksi COVID-19 kepada orang lain.

Dilansir Telegraph, perawat berusia 34 tahun itu diketahui mengalami tekanan dan stres berat. Pasalnya, ia selama berhari-hari berada di barisan depan untuk merawat pasien positif corona di Italia.

Daniela diketahui bekerja di Rumah Sakit San Gerardo di Monza. Wilayah tersebut disebutkan menjadi salah satu wilayah di Lombardia yang menjadi pusat penyebaran virus corona di Italia terparah. Daniela diketahui bekerja di unit perawatan intensif bagi pasien yang dikarantina setelah dinyatakan didiagnosa mengidap Covid-19.

Federasi Perawat Nasional Italia menyampaikan rasa duka dan cemas atas kematian Daniela pada Selasa (24/3). Ungkapan itu disampaikan di tengah lonjakan korban tewas akibat corona yang bertambah 743 jiwa dalam tempo 24 jam.

"Kondisi dan tekanan yang dialami para profesional seperti kami untuk memenuhi harapan banyak orang,” ucap federasi seperti dilansir dari New York Post. “Kita telah memilih profesi ini untuk kebaikan, namun sayangnya, juga kami menjadi orang dengan risiko tinggi.”

Sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidup, Daniela diketahui dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja sejak 10 Maret lalu. Manajer umum RS San Gerardo, Mario Alparone mengatakan setelah dirawat sejak 10 Maret kondisinya berangsur-angsur membaik dan statusnya tidak lagi di bawah pengawasan.

Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian Daniela. Saat ini, lembaga penelitian Italia mencatat hingga Selasa, sekitar 5.760 pekerja medis telah terinfeksi virus corona.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts