Tegal 'Lockdown' Tutup Akses Pakai Beton Hingga Trending, Walkot Rupanya Sudah Minta Izin Gubernur
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, diketahui berencana menutup akses mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020 mendatang. Demi menutup akses keluar masuk Kota Tegal, Dedy menggunakan MBC beton dengan berat sampai 2 ton.

WowKeren - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, telah mengumumkan kebijakan local lockdown untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Kebijakan tersebut telah diumumkan Dedy dalam konferensi pers di Pendapa Balai Kota Tegal pada Rabu (25/3) malam.

Dedy berencana menutup akses masuk ke Tegal mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020 mendatang. Demi menutup akses keluar masuk Kota Tegal, Dedy pun menggunakan pembatas berupa MBC beton dengan berat sampai dua ton.

"Termasuk seluruh wilayah perbatasan akan kita tutup, tidak pakai water barrier namun MBC beton," tutur Dedy. "Yang dibuka hanya jalan provinsi dan jalan nasional."

Kebijakan Dedy ini bersebarangan dengan Presiden Joko Widodo yang telah menegaskan agar pemerintah daerah tak mengambil keputusan sendiri terutama terkait lockdown. Oleh sebab itu, kebijakan tersebut ramai menjadi perbincangan di media sosial.


Kata kunci "Tegal" bahkan menjadi trending topic Twitter Indonesia hingga Jumat (27/3) pagi ini. Banyak warganet yang memberikan dukungan terhadap kebijakan ini.

Tegal

Twitter

"Whoa. Mau terdengar lebay, tapi beberapa minggu ke depan Tegal bisa jadi tempat yang paling aman," tulis akun @mi***s_. "When Tegal di lockdown, salut sih sama kebijakan Pak Walkot yang berani ngambil tindakan lockdown lokal untuk antisipasi corona," tambah akun @se***99. "Gokil Tegal siapa ini walikotanya mantap betul," timpal akun @ba***ry.

Dedy sendiri rupanya mengaku telah berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait kebijakan local lockdown ini. "Saya sudah matur sama Pak Gubernur bahwa ada local lockdown demi kebaikan," terang Dedy dilansir Tempo, Kamis (26/3).

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambilnya karena sebentar lagi sudah memasuki musim mudik Lebaran 2020. Ia khawatir banyak orang yang akan masuk ke Kota Tegal pada Hari Raya Idul Fitri.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts