BREAKING: Kasus Corona Jadi 1.155, Pasien Meninggal Dua Kali Lipat Lebih Banyak Dari Yang Sembuh
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kasus virus corona di Indonesia kembali mengalami lonjakan tajam pada Sabtu (28/3). Pasien meninggal dunia bahkan dua kali lipat lebih banyak dari yang sembuh.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan setiap harinya. Pemerintah Indonesia kembali memberikan perkembangan data terbaru kasus positif COVID-19 pada Sabtu (28/3).

Berdasarkan data covid19.go.id, telah terjadi penambahan 109 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Total, saat ini jumlah total pasien positif COVID-19 di Tanah Air menjadi 1.155 orang.


Sementara itu, korban meninggal dunia tercatat hampir dua kali lipat lebih banyak daripada pasien yang berhasil sembuh. Dilaporkan jika korban jiwa akibat corona sebanyak 102 orang. Sedangkan pasien yang berhasil sembuh baru sebanyak 59 orang.

Data Virus Corona Sabtu (28/3)

covid.go.id

Sampai saat ini, Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan kasus COVID-19 terbesar di Indonesia. Ibu kota melaporkan sebanyak 627 kasus. Korban meninggal di DKI Jakarta tercatat sebesar 62 orang, dan yang sembuh 43 pasien.

Data terbaru juga melaporkan jika korban tewas dalam 24 jam terakhir akibat corona mencapai 15 orang. Lalu pasien yang dikabarkan pemerintah sembuh pada hari ini mengalami peningkatan dari hari sebelumnya, yaitu 13 pasien.

Sejauh ini, puncak penambahan kasus perhari mengalami tren penurunan dari hari sebelumnya. Seperti yang diketahui, kasus corona pada Jumat (27/3) menjadi yang tertinggi di Indonesia sejauh ini yaitu sebesar 153 kasus dalam tempo 24 jam.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan jika kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam melakukan social distancing menjadi penyebab lonjakan kasus corona terus meningkat. Oleh sebab itu, kemungkinan masih akan terjadi kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia selama beberapa hari ke depan.

“Kasus positif masih berada di masyarakat. Kontak dekat masih terjadi,” ujar Yurianto dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3). “Penularannya rentan pada orang-orang yang masih berkeliaran di luar rumah, padahal sudah disuruh diam di rumah.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts