Pemerintah Masih 'Lunak' Tangani Corona, Kasus Positif Diprediksi Capai 200 Ribu Pertengahan Mei
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lunak di sini maksudnya, tindakan hanya sebatas imbauan untuk tetap berada di rumah, social distancing dan meliburkan sekolah. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Direktur IDEAS Yusuf Wibisono.

WowKeren - Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menyoroti kinerja pemerintah dalam menangani kasus corona di Indonesia. IDEAS menilai jika pemerintah tidak melakukan gebrakan dalam kebijakan terkait penanganan corona, maka kasus COVID-19 akan semakin ganas.

Mereka memproyeksikan jika pada hari ke-35 sejak kasus pertama ditemukan, jumlah kasus positif bisa menembus angka 2 ribu. Hari ke-35 tersebut diperkirakan adalah awal April.


Sementara itu jika kondisi dibiarkan berlanjut maka di hari ke-50 bisa meningkat menjadi 10 ribu kasus yakni 20 April. Dan skenario terburuk, pada pada hari ke-70 yakni sekitar pertengahan Mei 2020 jumlah kasus bisa mencapai 200 ribu.

Pasalnya, tindakan pemerintah dalam menghadapi COVID-19 masih terbilang lunak. Lunak di sini maksudnya, tindakan hanya sebatas imbauan untuk tetap berada di rumah, social distancing dan meliburkan sekolah. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Direktur IDEAS Yusuf Wibisono.

Sementara itu, sejumlah daerah telah mengambil langkah pembatasan yang lebih luas misalnya menutup perkantoran hingga tempat wisata. "Namun tindakan pemerintah daerah ini cenderung sporadis dan tidak terkoordinir," ujar Yusuf seperti dilansir Republika, Sabtu (28/3).

Untuk bisa menekan jumlah ledakan kasus infeksi corona pemerintah harus berani mengambil langkah yang bisa menekan kurva laju pertumbuhan kasus secara signifikan. Dengan tindakan yang tegas bukan tidak mungkin kasus infeksi corona yang berada di kisaran ratusan ribu bisa ditekan menjadi 30 ribu kasus pada hari ke-70 atau sekitar 10 Mei nanti.

"Dengan pola saat ini, tanpa perubahan kebijakan, kasus infeksi Covid-19 akan menembus 200 ribu kasus pada hari ke-70," kata dia.

Menurut IDEAS, kondisi yang ada di lapangan saat ini sudah memenuhi kondisi darurat kesehatan masyarakat. Lembaga ini pun mengusulkan sejumlah solusi jangka pendek. Salah satunya yakni melakukan karantina total untuk wilayah Jabodetabek karena Jakarta saja tidak cukup. Kedua yakni melarang aktivitas mudik karena mudik bisa menjadi media penularan yang berpotensi tinggi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts