Molor 2 Hari, Begini Perkembangan Pembangunan RS Khusus Corona di Batam
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Joko Widodo menarget RS khusus Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau selesai pada Sabtu (28/3). Nyatanya sudah berlalu 2 hari fasilitas kesehatan itu belum juga rampung.

WowKeren - Selain mengikuti jejak Korea Selatan dengan melakukan rapid test COVID-19 secara massal, pemerintah Indonesia juga "mencontek" langkah penanganan wabah Corona dari Tiongkok. Yang ditiru dari negara itu adalah pembangunan rumah sakit khusus penanganan pasien COVID-19.

Sebagai informasi, Tiongkok membangun rumah sakit semacam ini di Wuhan, Provinsi Hubei, yang notabene merupakan daerah pusat penyebaran wabah. Kala itu pembangunan rumah sakitnya begitu kilat, yakni hanya berlangsung selama beberapa hari.


Namun Indonesia nyatanya memerlukan waktu lebih dari beberapa hari seperti di Tiongkok untuk membangun fasilitas yang sama. Seperti diketahui, pemerintah berencana menggunakan Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau sebagai lokasi RS darurat. Presiden Joko Widodo bahkan menarget fasilitas itu jadi maksimal Sabtu (28/3) kemarin.

"Dan untuk (rumah sakit) Pulau Galang akan selesai dibangun pada Sabtu (28/3)," demikian kutipan pernyataan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/3).

Namun ternyata sudah molor dua hari, rumah sakit itu tak kunjung jadi. Menanggapi situasi yang ada, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Endra Saleh Atmawidjaja, pun memberikan penjelasannya.

"Progress per hari ini 92 persen," ungkap Endra pada Minggu (29/3) kemarin, seperti dilansir dari Detik Finance. Dengan demikian, Endra menegaskan RS khusus Corona ini akan selesai dalam waktu dekat.

Lebih detail, lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas ini adalah di wilayah eks pengungsi Vietnam. Pemerintah mengklaim sudah ada peninggalan bangunan dan fasilitas kesehatan di daerah tersebut sehingga pemerintah tak benar-benar membangun sejak awal.

Rencananya fasilitas ini akan memiliki kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk fasilitas penampungan, karantina, dan observasi terhadap penyakit yang disebabkan Virus Corona/COVID-19. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur.

Selain fasilitas RS khusus Corona, akan dikembangkan pula area khusus sejauh 60 kilometer dari Bandara Hang Nadim dan sejauh 56 kilometer dari Kota Batam. Area pengembangan ini akan memanfaatkan lahan seluas 20 hektare dari total luas area 80 hektare.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts