2 Peneliti Unair Temukan Formula Vitamin Lawan Corona, Ini Penjelasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dua peneliti Universitas Airlangga (Unair) Dr Abdul Rohim Tualeka dan Prof M Mufti Mubarok telah menemukan formula suplemen yang bisa membantu melawan virus corona. Seperti apa?

WowKeren - Dua peneliti Universitas Airlangga (Unair) Dr Abdul Rohim Tualeka dan Prof M Mufti Mubarok mengaku menemukan formula suplemen yang dipercaya mampu membantu tubuh melawan virus corona.

Salah satu peneliti, Mufti mengatakan bahwa suplemen yang ditemukan telah melalui riset dan kajian ilmiah yang dilakukan oleh ahli toksikologi molekuler. Suplemen yang dimaksudkan mengandung bahan aktif nitrogen monoksida atau Nitric Oxide (NO) yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus corona.


"NO yang secara alamiah ada dalam tubuh kita ketika ada respons dari sel imun makrofag yang akan melawan parasite, juga virus, termasuk COVID-19," ujar Mufti dilansir detikcom, Senin (30/3). "NO juga dihasilkan lewat endorphin yang ada dalam tubuh."Lebih lanjut, Mufti menjelaskan bahwa kekebalan tubuh manusia akan menurun saat adanya virus dan polusi udara. Karena hal itulah NO sulit dilepaskan dari tubuh manusia.

"Virus, polusi udara membuat NO sulit dilepas oleh tubuh yang membuat tubuh penuh dengan virus. Kekebalan tubuh menurun dan mudah jatuh sakit," jelas pria yang juga dosen tamu Pascasarjana Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) FKM Unair itu. "Apalagi, saat wabah seperti wabah Covid-19 yang virusnya sangat ganas akan sangat cepat menurunkan kekebalan tubuh dan membuat tubuh cepat sakit bahkan berujung kematian."

Untuk mengatasinya, tubuh memerlukan asupan NO dari makanan dan minuman. Adapun jumlah NO yang dibutuhkan tubuh yakni sekitar 600 mg bahkan lebih agar tubuh mempunyai daya kekebalan tubuh saat terserang virus. "Bahkan harus ditingkatkan karena keganasan virus, gampang stres maupun tingginya polusi udara," tuturnya.

Dalam suplemen temuannya tersebut, Mufti menjelaskan kadar nitric oksida (NO) yang dihasilkan bisa mencapai ribuan. "Intinya begini, corona sebenarnya nitrico-nya kan rendah," paparnya. "Sekitar 400, kemampuan tertingginya virus segitu. Nah, produk kami ini di atas 500. Bahkan kalau diulang-ulang (minumnya) bisa sampai 1000 ke atas."

Temuan bahan aktif NO di Indonesia bisa dikatakan lebih maju dari temuan lembaga riset yang ada di luar negeri. Pasalnya, sumber makanan di tanah air lebih kaya NO dibandingkan makanan di negara lainnya.

"Ini lebih maju dibandingkan dengan temuan dari lembaga riset Bellerophon dari USA yang merilis temuannya tanggal 20 Maret 2020 saat konferensi pers bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kepala FDA Amerika, di mana NO diambil dari udara sebagai obat dan dimasukkan ke pernapasan lewat ventilator," terangnya.

"Sebagai bahan makanan yang sumbernya juga dari Indonesia, maka food suplement kaya NO tersebut tidak memiliki efek samping," sambungnya. "Selain itu dengan kandungan makanan kaya endorphin membuat produk tidak sekedar untuk tingkatkan kekebalan tubuh. Tapi juga membuat tubuh menjadi nikmat."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts