Total ada 3 pekerja PT Freeport Indonesia yang terluka akibat insiden penembakan oleh KKB pada Senin (30/3) itu. Salah satunya adalah WNA asal Selandia Baru yang tewas tertembak.
- Elvariza Opita
- Selasa, 31 Maret 2020 - 11:30 WIB
WowKeren - Indonesia memang tengah dibuat geger dengan wabah virus Corona. Namun sejatinya masih ada banyak masalah Indonesia di luar wabah COVID-19.
Salah satunya soal aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Sebagai pengingat, beberapa waktu lalu KKB kembali membuat resah masyarakat Papua terutama yang berdomisili di sekitar PT Freeport Indonesia.
KKB yang selama ini beraksi jauh dari Freeport mendadak menjadi berani merangsek masuk wilayah tersebut. Bahkan kini aksi KKB kian meresahkan dengan melakukan penembakan terhadap 3 karyawan pertambangan emas tersebut.
Dikutip dari Seputar Papua, seorang karyawan yang merupakan WNA Selandia Baru, Graeme Thomas Wall, ditemukan meninggal dunia dalam insiden penembakan tersebut. Insiden itu sendiri terjadi di Kuala Kencana, Mimika, pada Senin (30/3).
Serangan itu juga menyebabkan 2 pekerja WNI lain terluka. Yakni Jibril MA Bahar yang tertembak di bagian paha serta Ucok Simanungkalit yang terkena serpihan peluru di siku kanan dan punggung.
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata menyebut pihaknya telah mengantongi identitas yang diduga menjadi otak di balik penembakan. "Selaku Kapolres Mimika berduka atas aksi penembakan yang menimbulkan korban jiwa tersebut," ujar Gusti.
KKB yang disebut-sebut pimpinan Joni Botak dan Gusbi Waker itu dilakukan di dekat Gereja Bethlehem Kuala Kencana. Jenazah Wall pun langsung dievakuasi untuk kemudian dipulangkan ke negara asalnya.
"Setelah kejadian, langsung dilakukan pengejaran," terang Gusti. "Untuk sebagian daerah akan kita perkuat di Kuala Kencana dan kita berharap segera mungkin dapat menangkap pelaku."
Adapun lokasi penyerangan ini di sebuah kawasan perkotaan yang dibangun PT Freeport Indonesia. Usai terjadi penyerangan tersebut, Freeport sigap mengeluarkan peringatan tanda bahaya yang meminta karyawan untuk menghentikan semua kegiatan dan mencari tempat berlindung.
Sebelumnya KKB Papua ini telah membuat resah penduduk setempat. Bahkan atas kebrutalan aksi mereka, penduduk setempat sudah meminta dievakuasi, tak peduli meski harus meninggalkan harta benda mereka di rumah.
Seperti yang terbaru, KKB sempat merampas tempat ibadah warga, yakni sebuah gereja di Distrik Tembagapura, untuk dijadikan markas. Mereka pun menjadikan gereja itu sebagai lokasi bersembunyi dari kejaran aparat.
(wk/elva)