Semua Warga Indonesia Disebut Masuk Kategori ODP Corona, Ini Alasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan Jakarta, Andika Chandra Putra, menyebut bahwa seluruh masyarakat Indonesia telah tergolong sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

WowKeren - Virus corona (Covid-19) telah menjangkit 1.677 orang di Indonesia per Rabu (1/4) hari ini. Melansir situs covid19.go.id, virus ini juga telah menyebar di 32 provinsi di Indonesia.

Seluruh masyarakat Indonesia bahkan disebut telah tergolong sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan Jakarta, Andika Chandra Putra.


Menurut Andika, seluruh masyarakat Indonesia merupakan ODP lantaran Tanah Air telah menjadi negara terjangkit Covid-19. "Karena kita ini di negara terjangkit, maka kita semua ini ODP, sehingga perlu pemantauan," tutur Andika dilansir Antara pada hari ini.

Lebih lanjut, Andika menekankan bahwa masyarakat perlu benar-benar mewaspadai penularan virus corona. Pasalnya, tidak ada yang bisa menjamin jika suatu tempat benar-benar terbebas dari Covid-19.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk terus mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Imbauan tersebut bukan hanya berlaku bagi masyarakat yang terinfeksi, namun juga bagi mereka yang masih sehat. "Karena kita semua ini ODP," ujar Andika.

Selain berusaha untuk terus berada di rumah, masyarakat juga diminta Andika untuk sebisa mungkin tidak datang ke rumah sakit. Termasuk orang-prang yang mengalami sakit namun tidak terlalu parah. "Kecuali kalau dia demam tinggi atau batuknya bertambah sering atau frekuensi napasnya lebih dari 25 kali, itu harus segera ke rumah sakit," terang Andika.

RSUP Persahabatan sendiri, tutur Andika, hingga kini sudah menangani pasien yang sangat banyak di tengah pandemi corona ini. Masyarakat dimintanya untuk membantu rumah sakit dengan cara tetap berada di dalam rumah sehingga jumlah pasien corona tidak bertambah.

"Kalau di RS Persahabatan, pasien yang datang di klinik ODP kita itu ada sekitar 150 sehari," pungkas Andika. "Sehingga kalau kondisi pasiennya masih baik, itu akan kita anjurkan untuk isolasi mandiri di rumah."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts