Pengusaha RI Klaim Buat Rapid Test Kit Murah, Sebut Sudah Diekspor Sampai ke India
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Santo Purnama, co-founder perusahaan alat kesehatan Sensing Self, mengklaim telah berhasil mengembangkan alat rapid test dengan akurasi tinggi namun tetap terjangkau.

WowKeren - Selain perkara obat dan vaksin penangkalnya, perihal metode deteksi penyakit COVID-19 pun ikut menjadi sorotan dunia internasional. Pasalnya hingga kini berbagai metode pemeriksaan yang cepat dan tepat terus dikembangkan oleh peneliti dari berbagai negara.

Sebagai gambaran, selama ini publik, termasuk Indonesia, bergantung pada pemeriksaan molekuler dengan PCR yang memakan waktu sampai beberapa jam bahkan berhari-hari. Metode itu lantas dipercepat, meski hanya sebagai skrining dan deteksi awal, yakni dengan menggunakan rapid test massal yang sudah digelar di beberapa daerah.


Kini seorang pengusaha asal Indonesia mengklaim telah berhasil mengembangkan alat uji deteksi virus Corona yang bisa digunakan secara mandiri. Tak main-main, harganya pun begitu terjangkau, yakni Rp 160 ribu per unitnya.

Adalah seorang pengusaha bernama Santo Purnama yang mengaku telah mengembangkan alat kesehatan tersebut. Santo mengklaim produk yang dikembangkan di perusahaan Singapura, Sensing Self, itu sudah resmi diproduksi sejak bulan Februari 2020 lalu.

Tak hanya diproduksi di luar negeri, alat itu pun telah mengantongi lisensi edar dari beberapa organisasi dunia. Seperti misalnya dari pasar Eropa, National Institute of Virology and Indian Council of Medical Research India, dan Food and Drug Administration Amerika Serikat.

Dengan alat yang sudah mendapat izin edar dari berbagai belahan dunia serta terjangkau, Santo pun berharap bisa membantu mengatasi krisis yang terjadi di Indonesia. Namun sayangnya itikad baiknya belum disambut oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Kami berharap pemerintah bisa beri respons positif. Jadi para medis bisa fokus merawat pasien dengan gejala menengah dan parah, alih-alih mengetes ribuan orang," terang Santo, Rabu (1/4), dilansir dari CNN Indonesia. "Alatnya bisa dijangkau oleh masyarakat Indonesia."

Bahkan alat ini diklaim telah dieskpor sebanyak 3 juta unit ke India. "Kami telah mengirimkan alat rapid test untuk membantu lembaga-lembaga riset ternama seperti Mayo Clinic, University of California San Fransisco, dan Chan Zuckerberg Biohub," ujar pengusaha yang menjabat sebagai Co-Founder Sensing Self itu.

Aksi Santo tak berhenti sampai di situ. Saat ini Sensing Self juga sedang mengembangkan metode deteksi lain seperti tes asam nukleat yang mampu mendeteksi virus sedini mungkin dengan harga yang sangat terjangkau.

Santo mengklaim akurasi tesnya bisa mencapai 99 persen, bahkan pada hari pertama terinfeksi virus Corona. Produk ini, imbuh Santo, akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts