BREAKING: Kasus Corona RI Bertambah Jadi 1.790, Tinggal 2 Provinsi yang Masih Bebas Pasien Positif
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Virus corona (Covid-19) kini juga telah menyebar di 32 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, hanya tersisa 2 provinsi di Indonesia yang masih bebas dari pasien positif corona,

WowKeren - Pemerintah Indonesia mengumumkan adanya 113 kasus virus corona (Covid-19) baru pada Kamis (2/4) hari ini. Dengan demikian, total jumlah pasien corona di Tanah Air kini telah mencapai 1.790 orang.

Melansir situs covid19.go.id, pasien yang dinyatakan sembuh juga mendapat tambahan sebanyak 9 orang. Sehingga, total pasien yang dinyatakan sembuh kini mencapai 112 orang atau 6,2 persen dari jumlah pasien keseluruhan.


Sementara itu, pasien yang dilaporkan meninggal dunia bertambah 13 orang. Dengan demikian, total pasien corona yang dilaporkan meninggal kini sudah ada 170 orang atau 9,4 persen dari jumlah keseluruhan.

Covid-19

covid19.go.id

Virus corona kini juga telah menyebar di 32 provinsi di Indonesia. Dengan begitu, hanya tersisa 2 provinsi di Indonesia yang masih bebas dari pasien positif corona, yakni Provinsi Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jumlah kasus corona tertinggi di Indonesia masih berada di wilayah DKI Jakarta. Per hari ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Ibu Kota sudah bertambah hingga 897 orang.

Menyusul DKI, ada provinsi Jawa Barat dengan 223 pasien positif, lalu Banten dengan 164 pasien positif. Setelah itu, ada Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sama-sama memiliki 104 pasien positif corona.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengajukan sejumlah opsi kepada pemerintah pusat untuk menangani corona. Meski sempat ditolak, Anies kembali memohon agar pemerintah pusat mengizinkan DKI melakukan karantina wilayah mengingat tingkat kematian Covid-19 di DKI telah mencapai 10 persen.

"Jadi kira-kira 885 positif, 90 meninggal. Artinya case fatality rate- nya sekitar 10 persen Pak. 10 persen itu adalah lebih dari 2 kali lipat dibandingkan angka rata-rata global," terang Anies pada Kamis (2/4) hari ini. "Angka global 4,4 persen, Jakarta 10 persen ini sangat mengkhawatirkan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts