Tak Seperti Daerah Lain, Pekanbaru Terapkan PSBB Hanya Malam Hari
Nasional

Dosen Kriminologi Universitas Islam Riau (UIR), Syahrul Akmal Latif menyebut PSBB seharusnya diterapkan selama 24 jam mengingat virus menyerang tubuh manusia tidak memandang jam.

WowKeren - Sejumlah daerah telah menyusul Jakarta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satunya Pekanbaru.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto akhirnya menyetujui pengajuan PSBB Pekanbaru. Namun, PSBB yang diterapkan oleh pemda setempat sedikit berbeda dari sejumlah wilayah yang sudah menerapkan kebijakan ini.

Di Pekanbaru, PSBB hanya diterapkan saat malam hari yakni mulai pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB. Pemberlakuan jam malam ini membatasi aktivitas warga yang hendak bepergian maupun belanja di malam hari.

Penerapan PSBB yang seperti ini turut mendapat perhatian dari Dosen Kriminologi Universitas Islam Riau (UIR), Syahrul Akmal Latif. Ia menyebut jika PSBB seharusnya diterapkan selama 24 jam. Pasalnya, aktivitas virus untuk menyerang tubuh manusia juga tidak memandang waktu.


"Memangnya corona beri perintah, kami hanya menyerang manusia di malam hari saja," kata Syahrul dilansir Selasar Riau, Senin (13/4). "Bagaimana dengan siang hari? Seharusnya PSBB itu 24 jam, bukan kayak (usulan Walkot Pekanbaru). Itu namanya KW 1, KW 2."

Selain itu, PSBB di Pekanbaru juga menitikberatkan pada Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tingkat RW. Menurut Syahrul juga kurang tepat. Pasalnya selama ini perumahan dan rumah warga malam hari hanya dijaga oleh sekuriti atau petugas ronda yang digaji oleh warga dalam bentuk iuran.

Ia mengungkap potensi pagar makan tanaman dimana petugas Siskamling justru menjadi preman bagi warga yang hendak keluar masuk rumah mereka di malam hari.

"Itu namanya pagar makan tanaman. Jangan sampai mau menjaga, tapi jadi pelaku kriminal," lanjutnya. "Siskamling harus didukung penuh aparat keamanan dan kejahatan itu tak hanya malam saja, tapi siang hari juga."

Syahrul pun juga menyoroti langkah Wali Kota Pekanbaru yang menurutnya tak melibatkan semua pihak terkait. "Pemko sudah siapkan belum lumbung pangan? Sudah siapkan belum data yang valid penerima bantuan jika diberlakukan PSBB ini? Jangan sampai muncul masalah baru gara-gara PSBB ini," tegasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait