Tiru Spanyol, Jerman Berencana Longgarkan Lockdown Meski Kasus COVID-19 Tembus 100 Ribu
Reuters
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kanselir Jerman Angela Merkel akan melakukan konferensi pers untuk keputusan akhir terkait kebijakan lockdown. Diketahui, lockdown Jerman semula dijadwalkan akan berakhir pada 19 April nanti.

WowKeren - Keputusan Spanyol untuk melonggarkan aturan lockdown tampaknya akan ditiru oleh negara Eropa lainnya, Jerman. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pemerintah Jerman tengah mempertimbangkan rencana untuk melonggarkan kebijakan lockdown setelah kasus baru virus corona (COVID-19) terus menurun.

Kepala Robert Koch Institute (RKI) untuk badan kesehatan masyarakat Jerman, Lothar Wieler, mengatakan kalau saat ini para politisi tengah bersiap melakukan diskusi mengenai kapan harus mengakhiri lockdown untuk memperlambat penularan COVID-19.

"Saat ini infeksi virus corona telah stabil setelah sempat berada pada tingkat yang relatif tinggi. Tidak ada tanda yang jelas saat ini jika kasus tersebut akan menurun," tutur Lothar Wieler. "Mengingat momentum saat ini, tidak ada perkiraan pasien yang dirawat akan bertambah. Dibandingkan negara lain, kondisi kami saat ini baik-baik saja."

Lebih lanjut, Wieler juga mengatakan jika saat ini pemerintah tengah menunggu masukan dari ahli medis dan ilmuwan untuk memutuskan kemungkinan untuk memperpanjang atau mulai memberi kelonggaran lockdown.


"Kita harus tetap disiplin di minggu-minggu terakhir. Sementara tren infeksi menuju ke arah positif, namun belum bisa dikatakan jika kasus ini telah berakhir," ujar Wieler menambahkan.

Kanselir Jerman Angela Merkel rencananya akan melakukan konferensi pers untuk keputusan akhir terkait kebijakan lockdown pada Rabu (15/4) waktu setempat. Diketahui, lockdown Jerman semula dijadwalkan akan berakhir dalam hitungan kurang dari sepekan yakni pada 19 April nanti.

Sedangkan akademi sains Leopoldina Jerman pada Senin (13/4) lalu menerbitkan sebuah makalah yang menguraikan langkah-langkah yang pertama kali dilakukan saat lockdown dicabut. Secara bertahap, pemerintah bisa mulai membuka sekolah dan mengharuskan semua orang mengenakan masker saat di luar ruangan.

Sementara itu, hingga saat ini Jerman telah mencatatkan sebanyak 132,210 kasus positif virus corona. Dari jumlah tersebut, 3,495 pasien dinyatakan meninggal dan 68,200 lainnya telah sembuh. Jerman sendiri menjadi negara kelima yang mencatatkan kasus COVID-19 terbanyak di dunia, mengekor di bawah Amerika Serikat (AS), Spanyol, Italia, dan Prancis.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts