Harga Emas Antam Terus Turun, Bukti Tak Lagi Jadi Aset Berharga Saat Wabah Corona?
Nasional

Selama setidaknya tiga hari terakhir, harga emas Antam terus mengalami penurunan. Hal ini pun memunculkan kekhawatiran emas tak lagi menjadi aset berharga di tengah wabah virus Corona.

WowKeren - Sektor perekonomian dan investasi turut dibuat babak belur dengan wabah virus Corona. Diantara berbagai ketidakpastian yang ada, selama ini emas menjadi produk investasi yang paling kokoh walau dihantam wabah.

Namun tampaknya anggapan itu perlu ditelaah ulang pasca harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Seperti dilansir dari laman logammulia.com, harga emas PT Aneka Tambang Tbk., (Antam) hari ini (18/4) mengalami penurunan sampai Rp 15 ribu sehingga mencapai Rp 927 ribu per gramnya.

Harga Emas Antam Terus Turun, Bukti Tak Lagi Jadi Aset Berharga Saat Wabah Corona?

logammulia.com

Tak hanya harga belinya, harga jual kembali atau buy back emas Antam juga mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Terlihat dari harga buyback emas Antam pada Sabtu ini yang mencapai Rp 825 ribu per gramnya, atau berarti menurun Rp 15 ribu.

Bila merujuk pada progres mingguannya, harga emas Antam pun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga buyback emasnya saja mengalami penurunan sampai 2,73 persen dalam sepekan, atau menurun sebesar Rp 24 ribu sehingga harganya menjadi Rp 878 ribu.


Lantas apakah ini berarti emas sudah kehilangan kilaunya sebagai investasi safe haven? Sebagai informasi, harga emas Antam yang cenderung stabil, bahkan acapkali menguat, membuat produk ini dianggap sebagai aset safe haven alias yang aman walau dihantam wabah Corona.

Namun dengan makin berkurangnya harga emas, apakah ini berarti kilaunya sebagai aset safe haven sudah hilang? Tentu situasi ini juga kian membuat publik panik karena dihantui potensi terjadinya resesi di perekonomian global.

Dilansir dari CNBC Indonesia, rupanya penurunan harga emas ini tak serta-merta menunjukkan makna yang buruk. Justru penurunan harga ini mengikuti tren nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menguat dalam beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui, kurs per USD saat ini berada di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu. Penguatan nilai tukar ini lantas berimbas pada harga emas dunia yang pada Jumat (17/4) kemudian berada di level USD 54,15 per gramnya.

Bila harga emas dunia per gram ini dikalikan dengan nilai tukar rupiah saat ini, yakni Rp 15.400 per USD-nya, maka hasilnya adalah sekitar Rp 833.910 per gram emas. Sedangkan pada hari Jumat kemarin, bila disesuaikan dengan penutupan pasar dunia, harga buyback emas mencapai Rp 840 ribu per gramnya.

Dengan demikian, penurunan harga emas Antam dalam beberapa waktu terakhir bukan karena sudah tak lagi menjadi aset safe haven di tengah wabah Corona. Harga emas menurun karena terpengaruh faktor nilai tukar rupiah yang turut mengalami penguatan dan meninggalkan level Rp 17 ribu.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait