Media Asing Ikut Soroti Tukang Gali Kubur Indonesia di Tengah Badai COVID-19
AFP
Nasional

Pria berusia 54 tahun tersebut dikatakan media itu belum pernah sesibuk ini sejak 33 tahun bekerja sebagai penggali kubur di pemakaman Pondok Rangon, Jakarta Timur.

WowKeren - Semakin meningkatnya jumlah kasus corona (COVID-19) corona di Indonesia, jumlah korban meninggal pun juga terus bertambah. Tak ayal selain tenaga medis, tukang penggali kubur juga menjadi pekerjaan yang sangat disibukkan saat pandemi ini.

Bahkan, seorang penggali kubur asal Jakarta Timur, Minar, turut disorot oleh media asing asal Singapura, Channel News Asia. Melalui artikelnya, CNA mengungkapkan curhatan Minar.

"Pekerjaan saya sekarang sangat berbeda," kata Minar seperti dilansir CNA, Kamis (23/4). "Saya hampir tidak bisa istirahat."

Ia menyebut jika pandemi corona membuatnya cukup kewalahan. Pasalnya, ada begitu banyak mayat yang harus dikuburkan setiap harinya.

"Sekarang sangat melelahkan karena ada begitu banyak mayat tiba setiap hari," lanjut Minar. "Jadi aku merasa lelah karena menggali tanpa henti."


Pria berusia 54 tahun tersebut dikatakan media itu belum pernah sesibuk ini sejak 33 tahun bekerja sebagai penggali kubur di pemakaman Pondok Rangon, Jakarta Timur. Jumlah kasus corona terus meningkat terutama di Jakarta yang menjadi episenter corona di Indonesia.

Pemakaman Pondok Rangon merupakan salah satu lokasi pemakaman yang ditunjuk oleh pemerintah provinsi untuk menguburkan korban meninggal akibat corona. Satunya ada di Jakarta Barat. Lebih dari seribu orang yang meninggal telah dikuburkan sesuai dengan protokol penguburan COVID-19.

Sementara itu, di pemakaman Pondok Rangon sendiri ada 80 penggali kubur. Mereka bekerja dengan pembagian 4 tim. Setiap tim, bertanggung jawab atas tugas selama satu minggu. Tak hanya menggali kuburan, namun juga membersihkan, memotong rumput, dan membersihkan saluran pembuangan.

Karena virus corona diyakini masih bisa bertahan di tubuh seseorang yang sudah meninggal, maka protokol yang dilakukan adalah menguburkan jenazah sesegera mungkin untuk meminimalkan risiko penularan. Minar menyebutkan jika sesuatunya harus dikerjakan dengan cepat.

"Saya berpacu dengan waktu. Terkadang ketika mayat tiba kuburannya belum siap," kata Minar. "Sekarang berbeda karena tidak ada keluarga jenazah yang menyaksikan prosesnya. Semuanya harus dilakukan dengan cepat."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait