Berawal Dari Pedagang yang Sering PP Batu-Surabaya, Ini Kronologi Klaster Corona   di Pasar Pujon
Nasional

Menurut Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur, Dokter Kohar Hari Santoso, pihaknya telah melakukan rapid test terhadap 41 orang yang diduga sempat berkontak erat dengan pasien positif COVID-19 di klaster ini.

WowKeren - Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur, Dokter Kohar Hari Santoso, mengungkapkan kronologi kasus penyebaran virus corona di Pasar Pujon, Kota Batu. Menurut Kohar, pihaknya telah melakukan rapid test terhadap 41 orang yang diduga sempat berkontak erat dengan pasien positif COVID-19 di klaster ini.

"Untuk klaster Pujon, tim sudah datang kesana, melihat kondisi di sana," terang Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (4/5). "Di antara para warga yang berkontak erat ada 3 (orang) reaktif tapi secara keseluruhan yang rapid test sudah dilakukan isolasi."

Menurut Kohar, klaster Pasar Pujon ini berawal dari seorang pedagang yang kerap pulang pergi (PP) dari Batu-Surabaya. Pedagang tersebut mengalami gejala klinis dan ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) corona.

Kemudian, pedagang tersebut menjalani tes swab PCR. Sayangnya, pedagang tersebut meninggal sebelum hasil tes keluar. Belakangan, tes PCR pedagang tersebut rupanya menunjukkan hasil positif COVID- 19.


"Kemudian dia sakit, lalu dirawat di RS di Batu, sudah dilakukan swab lalu meninggal dunia sebelum hasilnya keluar," jelas Kohar. "Setelah keluar, hasil swab-nya positif."

Tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim lantas langsung melakukan tracing ke Pasar Pujon untuk mencari orang-orang yang sempat melakukan kontak dekat dengan pasien. Terlepas dari hal tersebut, Kohar memberikan apresiasi kepada pihak Pasar Pujon yang telah menyiapkan tempat cuci tangan untuk para pengunjung demi mengantisipasi virus corona.

"Sudah banyak juga yang jualan hand sanitizer, pengunjung pasar juga sudah menggunakan masker," pungkas Kohar. "Dari Muspika setempat sudah bergerak cukup intens."

Sementara itu, hingga Senin (4/5) kemarin jumlah pasien corona di Malang Raya terus mengalami penambahan. Di Kabupaten Malang, jumlah pasien positif COVID-19 bertambah 2 orang menjadi total 38 pasien.

Sedangkan di Kota Malang, jumlah pasien positif COVID-19 bertambah 1 orang menjadi total 18 pasien. Kota Batu sendiri merupakan satu-satunya wilayah Malang Raya yang tidak ada penambahan pasien positif COVID-19 dalam 5 hari terakhir.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait