Tak hanya asal memperbanyak, vaksin yang sudah dibeli tersebut akan dikembangkan agar sesuai dengan karakteristik virus corona di Indonesia agar bisa bekerja maksimal.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 08 Mei 2020 - 16:49 WIB
WowKeren - Virus corona (COVID-19) yang merajalela di seluruh dunia membuat penduduk bumi resah. Pasalnya, penyebaran virus yang kian masif belum bisa dihentikan lantaran belum ditemukannya vaksin.
Oleh sebab itu saat ini negara-negara di dunia tengah berlomba-lomba untuk membuat vaksin tersebut. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro memastikan jika virus itu sudah ditemukan, maka Indonesia akan membelinya. Tak hanya membeli, ia mengungkapkan jika Indonesia perlu memperbanyak vaksin tersebut dengan memproduksinya sendiri di Indonesia.
"Strategi terbaik kalau vaksin sudah ditemukan kita harus membeli vaksin yang sudah diproduksi tersebut," kata Bambang dilansir Kumparan, Jumat (8/5). "Sehingga nanti kita dapat memperbanyaknya secara mandiri, hal itu bisa kita lakukan di Indonesia."
Tak hanya asal memperbanyak, vaksin yang sudah dibeli tersebut akan dikembangkan agar sesuai dengan karakteristik virus corona di Indonesia. Dengan begitu, vaksin diharapkan bisa bekerja secara maksimal. Yang jelas, ia tidak ingin jika Indonesia hanya bergantung dengan cara membeli vaksin itu dari negara lain.
"Katakan ada suatu saat ada negara berhasil menemukan vaksin, nah ketika dia menemukan vaksin yang paling penting adalah Indonesia harus bisa memproduksi vaksin tersebut," jelas Bambang. "Artinya jangan sampai kita bergantung hanya sekadar membeli."
Menurutnya, perlu untuk membuat ulang vaksin yang dicocokkan dengan jenis virus yang ada. "Para peneliti pasti akan melihat lagi apa mungkin ciptakan vaksin yang bersifat global, apa dimungkinkan? Kalau tidak memungkinkan barangkali seperti yang dibayangkan ada upaya menciptakan vaksin dengan jenis tertentu di wilayah tertentu," sebutnya.
Vaksin dianggap menjadi satu-satunya cara ampuh untuk menekan penyebaran virus corona. Bahkan sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut jika masyarakat terpaksa harus hidup berdamai dengan corona selama vaksin belum ditemukan. "Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan COVID-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Kepala Negara di Istana Merdeka, Kamis (7/5).
(wk/zodi)