Bukan Gempa, BMKG Beber Dugaan Penyebab Dentuman Misterius di Jateng
Nasional

Masyarakat Jawa Tengah dibuat geger dengan terdengarnya dentuman misterius pada Senin (11/5) dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.00 WIB. BMKG pun memastikan dentuman bukan karena gempa.

WowKeren - Masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Semarang dan Surakarta, dibuat heboh pada Senin (11/5) dini hari. Sebab terdengar dentuman misterius yang sukses meresahkan masyarakat.

Ketika dikonfirmasi pada Senin pagi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tak bisa memberikan banyak penjelasan. Hanya saja BMKG memastikan tak ada aktivitas seismik atau gempa yang terjadi ketika dentuman berlangsung pada pukul 00.45 sampai 01.15 WIB itu.

Hal ini pun kembali ditegaskan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Menurut Daryono, masih ada deretan penyebab lain yang bisa melatarbelakangi timbulnya dentuman seperti itu.

Bila dikaitkan dengan gempa, dentuman bisa saja terjadi karena aktivitas seismik memicu gerakan tanah berupa rayapan yang tiba-tiba dan sangat cepat. Namun ada kemungkinan lain pula seperti aktivitas sesar aktif hingga dislokasi batuan.

"Kemungkinan lain berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif," tutur Daryono dalam siaran persnya, Senin (11/5). "Dalam hal ini ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan energi berlangsung secara tiba-tiba dan cepat hingga menimbulkan suara ledakan."


"Apalagi jika terjadinya patahan batuan itu terjadi di kawasan lembah dan ngarai atau di kawasan tersebut banyak rongga batuan," lanjutnya, seperti dikutip dari laman Sindo News Jateng. "Sehingga memungkinkan suaranya makin keras karena resonansi."

Daryono pun mencontohkan peristiwa gempa Bantul pada 2006 lalu. Kala itu gempa juga diikuti dengan sejumlah bunyi dentuman yang tak kalah meresahkan.

Namun demikian Daryono kembali menegaskan dentuman misterius yang terjadi dini hari tadi bukan berkaitan dengan aktivitas seismik. "Namun suara dentuman yang terjadi tadi pagi dipastikan bukan dari aktivitas gempa tektonik," pungkas Daryono.

Di media sosial sendiri peristiwa dentuman misterius ini sempat menjadi bahasan panas hingga trending. Tak hanya menyuarakan keresahan mereka dan spekulasi yang mungkin melatarbelakangi terjadinya dentuman, beberapa warganet bahkan menciptakan "teori konspirasi" soal fenomena ini.

Warganet sangat menyoroti perihal dentuman yang terjadi pada Senin (11/5), atau tepat sebulan setelah fenomena serupa terjadi di wilayah Jabodetabek. Kala itu dentuman misterius tak kalah meresahkan terjadi pada 11 April 2020 dan bertepatan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau pada malam harinya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait