Bansos Tumpang Tindih, Menteri Sosial Akui Banyak Pemda Setor Data Tapi Ditarik Lagi
Instagram/juliaribatubara
Nasional

Pemimpin daerah menarik kembali data yang sudah mereka setorkan karena kemungkinan ada warga yang terdampak namun belum dimasukkan ke dalam data tersebut.

WowKeren - Penyaluran bantuan sosial bagi warga yang terdampak pandemi corona (COVID-19) diwarnai dengan permasalahan tumpang tindih. Selain dikeluhkan oleh masyarakat banyak, tumpang tindih bansos menyebabkan penyaluran tidak merata.

Menteri Sosial Juliari Batubara menegaskan jika saat ini pihaknya tengah mengupayakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pengumpulan data memang masih belum sepenuhnya selesai.

Ia menyebut jika tak sedikit pemerintah daerah yang menarik kembali data-data penerima bansos yang sudah mereka serahkan sebelumnya. Penarikan data tersebut disebabkan karena data yang perlu diperbaiki sedangkan data yang sudah telanjur diserahkan sedang diproses di pemerintah pusat.

"Di tahap pertama ini beberapa kabupaten/kota yang sudah kirim data," kata Juliari di Jawa Barat, Rabu (13/5). "Tapi minta dikembalikan lagi karena ada data-data yang belum masuk."

Pemimpin daerah menarik kembali data yang sudah mereka setorkan karena kemungkinan ada warga yang terdampak namun belum dimasukkan ke dalam data tersebut. "Dan cukup banyak juga kabupaten/kota yang sudah kirim (data), tapi minta tarik lagi karena mungkin ada warga terdampak yang belum masuk (data)," imbuh Juliari.


Mensos menyebutkan jika pihaknya akan terus membuka diri dalam pembaruan data-data tersebut. Dengan begitu, bansos yang diberikan bisa tepat sasaran.

"Datanya semua sudah masuk, tapi kembali lagi kami yakin data ini belum 100 persen sempurna," kata Juliari. "Kami, Mensos, membuka diri kepada pemda untuk melakukan penyempurnaan."

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta agar data bansos dibuka secara transparan. Hal itu penting dilakukan untuk menghindarkan kecurigaan.

"Saya ingin data bansos dibuka secara transparan. Siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa," kata Jokowi, Senin (4/5). "Sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan. Dan kita bisa melakukan segera koreksi di lapangan."

Tumpang tindih data penerima bansos juga sebelumnya sudah diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. "Apakah kemungkinan ada tumpang tindih? Ada, tapi lebih baik daripada tidak dapat," kata Sri, Jumat (8/5).

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait