Kasus Corona Dunia Lampaui 5 Juta, Ilmuwan AS: Jangan Andalkan Vaksin
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kasus virus corona di dunia telah menginfeksi lebih dari 5 juta orang, ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) lantas memperingatkan untuk tidak mengandalkan vaksin COVID-19 lagi.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di berbagai negara masih terus mengalami lonjakan tajam setiap harinya. Berdasarkan data dari badan statistik worldometers hingga Jumat (22/5), telah ada lebih dari 5 juta kasus COVID-19 di dunia.

Sebanyak 5.199.011 kasus virus corona tersebar di 213 negara. Angka kematian akibat virus asal Wuhan, Tiongkok ini tercatat sebesar 334.698 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 sebanyak 2.779.602 orang.


Dilansir Guardian, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) menyatakan jika masyarakat dunia tidak boleh mengandalkan atau hanya menunggu vaksin virus corona saja. Pasalnya, kasus COVID-19 di dunia sudah semakin parah sedangkan proses pembuatan vaksin sendiri masih memerlukan waktu yang panjang.

Ilmuwan yang kerap melakukan penelitian seputar kanker, HIV/AIDS dan peneliti proyek genom manusia, Wiliam Haseltine menuturkan bahwa pendekatan terbaik untuk pandemi ini yaitu mengelola penyakit melalui penelusuran infeksi. Selain itu, langkah-langkah isolasi yang ketat menjadi solusi yang paling bisa diandalkan saat ini guna menekan angka penyebaran.

”Saya tidak akan mengandalkan itu (vaksin COVID-19),” papar Haseltine seperti dilansir dari Guardian, Jumat (22/5). “Jangan dengarkan para politisi yang mengatakan bahwa kita akan memiliki vaksin pada saat pemilihan saya kembali.”

Vaksin yang telah dikembangkan sebelumnya untuk jenis corona lainnya yang sempat mewabah seperti SARS dan MERS saja hingga sekarang masih belum sempurna. Vaksin tersebut masih gagal melindungi selaput lendir di hidung, tempat virus biasanya memasuki tubuh.

”Mungkin kita akan menemukan vaksin, tetapi saya hanya menngingatkan jika ini bukan kasus slam-dunk dengan cara apa pun,” papar Haseltine. “Karena setiap kali orang mencoba membuat vaksin untuk SARS atau MERS, itu belum benar-benar tidak dilindungi.”

Lebih lanjut Haseltine mendesak orang-orang untuk menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin setiap hari. Hal ini dilakukan dengan memakai masker, mencuci tangan, membersihkan benda-benda di rumah, hingga melakukan physical distancing.

Saat ini, jumlah kasus COVID-19 seolah tak terbendung khususnya di Amerika Latin. Salah satunya adalah Brasil yang telah mencatatkan rekor sebanyak hampir 20.000 kasus baru pada Rabu (20/5).

Selain Brasil, Haseltine menuturkan bahwa AS dan Rusia juga menepati urutan pertama dan kedua kasus infeksi terbanyak. Bahkan, ketiga negara tersebut disebut telah salah menangani pandemi virus corona sehingga keadaan semakin memburuk dan korban terus berjatuhan.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts