Trump: Tak Ada Karantina dan Lockdown di AS Meski Gelombang Kedua COVID-19 Terjadi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pernyataan Trump itu disampaikan setelah sejumlah negara bagian AS melonggarkan lockdown. Sejauh ini, AS memang dianggap memiliki peluang besar untuk menghadapi gelombang dua COVID-19.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan tidak akan menutup negara jika ada gelombang kedua pandemi virus corona (COVID-19) muncul. Pernyataan ini diucapkan oleh Presiden berusia 73 tahun tersebut pada Kamis (21/5) waktu setempat.

Saat berkeliling pabrik Ford Motor Co di dekat Detroit, Michigan, Trump ditanya tentang kekhawatirannya terhadap potensi gelombang kedua virus corona di AS. Trump mengakui, hal itu mungkin terjadi tetapi pemerintah akan mengatasinya.


"Kita bisa memadamkan api. Apakah itu bara atau api, kita akan memadamkannya. Tapi kami tidak akan menutup negara," tutur sang Presiden.

Pernyataan Trump itu disampaikan setelah semua negara bagian di AS melonggarkan pembatasan yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Virus itu telah membunuh hampir 95 ribu orang di AS sejak kematian pertama pada 29 Februari lalu dan menginfeksi lebih dari 1,6 juta penduduk.

Pada akhir April, Anthony Fauci, pakar kesehatan sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, memperingatkan bahwa gelombang kedua pandemi ini tak terhindarkan. Dia mengatakan kemajuan yang dibuat bisa hilang jika negara-negara bergerak terlalu cepat untuk mengurangi langkah-langkah pencegahan virus.

"Jika kita tidak berhasil, atau terlalu dini mencoba untuk membuka diri, dan kemudian kita kedatangan wabah tambahan yang di luar kendali, itu bisa menjadi pantulan untuk membuat kita kembali ke kapal yang sama seperti yang kita alami beberapa minggu yang lalu," kata Fauci.

Sebelumnya, selain Anthony Fauci, sejumlah tokoh seperti gubernur negara bagian hingga mantan Presiden AS Barack Obama mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) berisiko menghadapi ancaman serius jika negara mereka kembali dibuka di tengah wabah virus corona (COVID-19).

Kendati demikian, Trump tetap bersikukuh untuk membuka lockdown AS demi menghidupkan ekonomi negara adidaya tersebut. Trump bahkan menyinggung tentang banyaknya jumlah pengangguran sejak pandemi berlangsung.

"Kami melakukan hal yang benar, tapi sekarang saatnya bergerak. Kalian akan menghancurkan negara jika tidak melakukannya (membuka lockdown)," kata Trump sebagaimana dikutip dari CNN pada Jumat (22/5).

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts