Nadiem Makarim Bantah Isu Sekolah Bakal Kembali Dibuka Mulai Juli
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kemendikbud sempat membocorkan KBM di sekolah akan kembali beroperasi normal mulai Juli 2020. Isu yang menjadi pro kontra karena dibayangi pandemi Corona itu pun ditanggapi oleh Nadiem Makarim.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bocoran perihal kapan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah akan kembali dibuka. Sebab, seperti diketahui, sampai sekarang sekolah masih ditutup sebagai upaya pengendalian wabah virus Corona.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Muhammad Hamid menyebut KBM di sekolah akan dimulai kembali pada tahun ajaran baru. "Sekitar pertengahan Juli," ujar Hamid, Sabtu (9/5) lalu.


Wacana ini pun menjadi pro dan kontra tersendiri. Banyak yang menilai pengendalian wabah Corona di Indonesia belum maksimal sehingga berisiko untuk kembali melaksanakan KBM mulai pertengahan Juli mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Mendikbud Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, Nadiem menegaskan bahwa pembukaan sekolah mulai Juli 2020 merupakan rumor belaka. Diperlukan proses perundingan lebih jauh, yang turut pula melibatkan otoritas lain sebelum memutuskan pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi seperti saat ini.

"Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepastian, karena memang keputusannya bukan di kami," ujar Nadiem menegaskan, Sabtu (23/5). "Jadi mohon stakeholders atau media yang menyebut itu, itu tidak benar."

Nadiem membenarkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario terkait proses belajar mengajar saat pandemi Corona seperti sekarang. Namun keputusan akhirnya tetap berada di tangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam," jelas Nadiem, seperti dilansir dari Republika. "Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan."

Lebih lanjut, Nadiem menyebut awal tahun ajaran baru memang relatif tetap, yakni pada Juli 2020. Namun tetap ada penyesuaian yang dilakukan mengingat kondisi dan status kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah itu berbeda.

"Kemendikbud menilai saat ini tidak diperlukan adanya perubahan tahun ajaran maupun tahun akademik," pungkas Nadiem. "Tetapi metode belajarnya apakah belajar dari rumah atau di sekolah akan berdasarkan pertimbangan gugus tugas."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts