Trump Paksa Rumah Ibadah Dibuka: Kita Butuh Banyak Doa Di Masa Ini
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kasus COVID-19 di Amerika Serikat belum terkendali dan menjadi yang tertinggi di dunia. Namun, Presiden Donald Trump tetap nekat memaksa ingin membuka rumah ibadah.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat (AS) saat ini menjadi yang tertinggi di dunia setelah mencatat lebih dari 1,6 juta kasus. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump justru telah memaksa agar setiap pemerintah daerah kembali membuka rumah ibadah di tengah pandemi.

Amerika Serikat telah mencatat 1.260 kematian baru karena virus corona dalam 24 jam terakhir hingga Jumat (22/5) waktu setempat. Dari data statistik Johns Hopkins University and Medicine, total kematian di seluruh negara bagian AS kini menjadi 96.007 orang.


Saat lonjakan kasus COVID-19 di AS belum terkendali, Trump justru meminta segera mungkin untuk mengadakan layanan ibadah di tiga tempat beribadah. Diantaranya adalah gereja, masjid, dan sinagoge.

Dalam konferensi pers, Trump tak menjelaskan atas wewenang apa ia bisa memerintahkan tempat ibadah dibuka. Meski begitu, ia menantang para gubernur yang berani melawan perintahnya tersebut.

”Beberapa gubernur menganggap toko minuman keras dan klinik aborsi penting,” kata Trump dalam konferensi pers seperti dilansir dari NBC, Sabtu (23/5). “Tetapi meninggalkan gereja dan rumah ibadah lainnya. Itu tidak benar.”

”Jadi saya memperbaiki ketidakadilan ini dan memanggil rumah ibadah yang penting,” sambungnya. “Saya meminta gubernur untuk mengizinkan gereja dan tempat ibadah kami untuk membuka sekarang.”

Menurut Trump, keberadaan tempat-tempat ibadah sangat penting dan harus dibuka pada akhir pekan ini. Ia beralasan jika masyarakat membutuhkan tempat untuk berdoa di tengah situasi pandemi saat ini.

”Para gubernur perlu melakukan hal yang benar dan membiarkan tempat-tempat ibadah yang sangat penting untuk mencari iman agar dibuka sekarang, untuk akhir pekan ini,” tegas Trump. "Jika mereka tidak melakukannya, saya akan menimpa gubernur. Di Amerika, kita membutuhkan lebih banyak doa, bukan lebih sedikit.”

Sementara itu, Sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany menolak untuk mengatakan bagaimana Trump bisa memaksa gubernur untuk mengambil kebijakan pembukaan rumah ibadah. “Presiden ingin gereja-gereja dibuka kembali dan melakukannya sesuai dengan pedoman,” kata McEnany.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts