Hati-Hati, Pejuang SBMPTN 2020 yang Tak Penuhi Syarat Ini Tidak Boleh Ikut Ujian
Nasional

Sebagai informasi, Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020 rencananya akan dilaksanakan pada 5 hingga 12 Juli mendatang.

WowKeren - Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020 akan dilaksanakan pada 5 hingga 12 Juli mendatang. Nantinya, pelaksanaan UTBK-SBMPTN ini akan dilakukan di 74 titik dan mengikuti protokol COVID-19.

"Pelaksanaan UTBK-SBMPTN harus mengikuti semua Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menggunakan protokol kesehatan COVID-19," ungkap Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo, dalam Sosialisasi UTBK-SBMPTN 2020 pada Senin (25/5).

Menurut Budi, sejumlah perguruan tinggi yang menjadi lokasi UTBK-SBMPTN telah mendapat sosialisasi penyelenggaraan. Nantinya para pejuang SBMPTN yang hadir sebagai peserta harus dicek kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Para peserta yang tidak memenuhi protokol ini akan dilarang untuk mengikuti ujian.

"Semua peserta wajib, saat masuk ruang ujain kita cek temperatur tubuhnya," terang Budi. "Jika tidak terpenuhi maka peserta tidak diperkenankan ikut ujian."

Selain itu, para peserta juga wajib mengenakan masker kala mengikuti ujian. Selain itu, antrean sebelum memasuki ruang ujian juga akan diatur sedemikian rupa.


"Karena kita menerapkan physical distancing," tutur Budi. "Jaga jarak antrean kita atur, isi ruang kelas dan komputernya hanya setengah dari biasanya."

Selain itu, pihak penyelenggara juga wajib untuk melakukan sterilisasi ruangan. Setiap meja bahkan diharuskan diberi cairan antiseptik.

"Jaga jarak antrean kita atur, isi ruang kelas dan komputernya hanya setengah dari biasanya," pungkas Budi. "Ini jangan dilihat sebagai suatu kengerian, tapi merupakan pelayanan yang terbaik."

Sementara itu, LTMPT sendiri masih membuka kemungkinan jika pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020 ditunda kembali karena pandemi corona. "Kami tetap akan mengikuti perkembangan kebijakan nasional, sesuai arahan Kemendikbud, Majelis Rektor dan Gugus Tugas COVID-19," terang Budi.

Meski demikian, Budi memastikan bahwa jika penundaan benar terjadi, maka hanya akan berlaku untuk pelaksanaan hingga pengumuman UTBK-SBMPTN. Proses pendaftaran UTBK-SBMPTN sendiri akan tetap berlangsung pada 2 hingga 20 Juni 2020.

"Hanya tanggal pelaksanaannya kita geser," pungkas Budi. "Misal dua minggu lagi aman, kita putuskan diselenggarakan dua minggu lagi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts