Menuju New Normal, PGI Buka Suara Soal Kembali Beribadah Di Gereja
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Presiden Joko Widodo bersiap untuk menerapkan new normal, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) buka suara soal kembali beribadah di tengah pandemi.

WowKeren - Pemerintah Indonesia tengah bersiap dalam menerapkan hidup new normal di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Kini, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) angkat berbicara mengenai umat Kristiani untuk kembali beribadah di gereja.

Konsep hidup new normal sendiri dinilai Presiden Joko Widodo dapat menjadi kunci dan solusi kebangkitan masyarakat dalam melawan virus corona yang masih belum ditemukan vaksinnya. Diharapkan, masyarakat dapat tetap kembali beraktivitas lagi dengan menerapkan protokol kesehatan selama new normal.


Berkaca pada rencana pemerintah tersebut, PGI mengaku tengah merumuskan pedoman beribadah untuk tatanan hidup normal baru di tengah pandemi. PGI berharap agar jemaat dapat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat beribadah di gereja.

”Tentu PGI sudah mendiskusikan hal ini lebih detil dalam percakapan WAG para pimpinan gereja seluruh Indonesia,” ujar Ketua Umum PGI Gomar Gultum seperti dilansir dari Detik, Rabu (27/5). “Intinya kurang lebih sama dengan pedoman yang sudah pernah diedarkan PGI saat sebelum PSBB.”

”Hanya saja ada penambahan soal peningkatan disiplin,” sambungnya. “Peningkatan pola hidup bersih dan sehat dan peningkatan sistem kekebalan tubuh sebagai habitus baru umat.”

Lebih lanjut Gomar menjelaskan jika masyarakat bisa beribadah secara normal lagi di gereja jika new normal resmi diterapkan. Ia juga mengatakan durasi ibadah tidak akan dibatasi. Meski demikian, PGI masih mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan jumlah jemaat.

”Tidak ada pembatasan durasi ibadah, karena rasanya tidak relevan,” jelas Gomar. “Pembatasan jumlah umat masih dikaji apakah perlu misalnya dengan menggunakan parameter hanya 50 persen kapasitas gereja atau jaga jarak setidaknya satu meter.”

Gomar lantas membeberkan bagaimana persiapan PGI sejauh ini dalam menyambut tatanan hidup normal baru. Sejauh ini, kapasitas PGI hanyalah terus memberikan panduan. Sementara untuk pelaksanaannya akan diserahkan ke masing-masing gereja.

”Kesiapan PGI adalah di tataran semacam SOP dan tuntunan praktis. Masalahnya ada di gereja-gereja,” papar Gomar. “Sekalipun PGI siap dengan dokumen berisikan SOP dan tuntunan tersebut, yang kita kuatirkan adalah ketidak-siapan umat dan para pimpinan jemaat-jemaat lokal, karena masalah disiplin.”

”Kita tahu bahwa masyarakat kita masih belum merata kepatuhannya terhadap SOP atau aturan main,” sambungnya. “Kita masih membutuhkan peningkatan disiplin. Olehnya sejak awal kami mendorong para pimpinan gereja untuk mendidik umatnya mendisiplinkan diri, mematuhi disiplin.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts