Sempat Dianggap Punah, Kadal Terlangka di Dunia Ditemukan di Danau Toba
SerbaSerbi

Spesimen tunggal kadal ini ditemukan di Sumut pertama kali pada 1891 lalu namun puluhan tahun berikutnya tidak pernah ditemukan lagi sehingga dianggap sudah punah.

WowKeren - Kabar gembira datang dari dunia satwa Indonesia. Salah satu kadal terlangka di dunia ditemukan di Sumatera Utara.

Adalah kadal berhidung tanduk (nose-horned lizard) atau yang memiliki nama latin Harpesaurus modiglianii Vinciguerra, yang sempat dianggap punah. Berdasarkan catatan modern, spesimen tunggal kadal ini ditemukan di Sumut pertama kali pada 1891 lalu yang kemudian dideskripsikan oleh ilmuwan pada tahun 1933.


Sejak saat itu, kadal ini tak pernah ditemukan selama puluhan tahun. Sehingga muncul anggapan jika kadal ini sudah punah. Kadal ini akhirnya ditemukan oleh sekelompok peneliti gabungan Indonesia dan Internasional yang pada 2018 lalu melakukan pencarian ke Danau Toba dan sekitar kaldera.

Ini adalah kedua kalinya H. modiglianii ditemukan. Adapun tim itu terdiri dari A.A Thasun Amarasinghe (pakar taksonomi herpert dari Research Center for Climate Change Universitas Indonesia/RCCC UI), Chairunas A. Putra (ornhitologi dan herpetologi), Desy Hikmatullah, Stefano Scali, JanJaap Brinkman, Ulrich Manthey, dan Ivan Ineich.

Kadal ini termasuk genus Harpesaurus. Kadal jenis ini biasa hidup di dalam hutan. "Semua kadal Harpesaurus adalah kelompok kadal pohon," kata Thasun dilansir Kompas, Kamis (28/5).

Sementara itu, Harpesaurus sendiri terdiri dari 6 spesies. Sedangkan H. modiglianii memiliki ciri khas yang menonjol dibanding kelima lainnya. kadal ini memiliki hidung yang runcing menyerupai tanduk.

Kadal ini berhabitat di sekitar Danau Toba pada ketinggian 1.675 meter di atas permukaan air laut. Keberadaan kadal ini terancam oleh aktivitas penggundulan hutan di sekitar habitat mereka.

"Disebutkan, (H. modiglianii) ditemukan di Sumatera Utara (tahun 1891)," Thasun. "Tapi dulu kan lokasinya tidak jelas seperti sekarang. Mungkin sekitar Danau Toba."

Ia kemudian bercerita jika saat melakukan penelusuran 2 tahun lalu, timnya menemukan kadal ini tengah tidur di cabang pohon yang rendah. "Saat kami temukan, di sekitar habitat H. modiglianii banyak pohon-pohon yang ditebangi," ungkapnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts