Viral Walkot Risma Marah Besar Usai Bantuan Mobil PCR Surabaya 'Ditikung' Daerah Lain
Instagram/tri.rismaharini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, benar-benar dibuat geram setelah 2 mobil laboratorium PCR yang sedianya memeriksa 200 spesimen warganya mendadak dialihkan ke daerah lain.

WowKeren - Diketahui Surabaya menerima bantuan berupa 2 mobil untuk melayani pemeriksaan spesimen pasien positif Corona. Semestinya pengadaan mobil laboratorium itu menjadi hal melegakan bagi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, kalau saja ia tak mendapati kedua fasilitas tersebut mendadak dialihkan ke daerah lain.

Dalam sebuah video yang beredar viral di media sosial, Risma tak bisa menahan amarahnya mendapati fasilitas kesehatan yang seharusnya memeriksa sampel warga Dupak Masigit dan Tanah Kali Kedinding mendadak tak hadir. Usut punya usut, ternyata mobil-mobil itu dialihkan ke daerah lain, yakni Lamongan dan Tulungagung.


"Ini lho Pak, saya dapat SMS, WA-nya Pak Doni Monardo, kalau itu untuk Surabaya. Kenapa di-anu (dialihkan ke daerah lain)? Saya, Pak yang minta kemana-mana," ujar Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat (29/5). "Saya dibilang nggak bisa kerja. Kalau ngawur nyerobot gitu siapa yang nggak bisa kerja?!"

Pihak Humas Pemkot Surabaya pun memberikan klarifikasinya lewat utas Twitter-nya. Pemkot Surabaya meminta maaf lantaran masyarakat yang telah dipersiapkan untuk mengikuti tes terpaksa dibubarkan, padahal telah menanti cukup lama di lokasi.

"Hal tersebut dikarenakan ketidakkuasaan kami. Dua mobil bantuan dari BNPB yg awalnya untuk Pemkot Surabaya mendadak tadi pagi dialihkan ke daerah lain," ungkap Humas Pemkot Surabaya lewat akun Twitter @BanggaSurabaya. "Padahal, sebelumnya kami sudah mempersiapkan untuk warga Surabaya dalam pelaksanaan tes tersebut."

Tak main-main, Pemkot Surabaya sudah mempersiapkan setidaknya 200 warga Tanah Kali Kedinding untuk mengikuti tes tersebut. Yang lebih membuat Pemkot Surabaya meradang, ke-200 warga itu sebelumnya juga sudah mengalami pembubaran sebelum sempat menjalani tes karena mobilnya juga secara mendadak dialihkan ke kawasan lain.

"Mobil itu tidak datang-datang hingga kami menunggu 5 jam-an dan mobil itu baru datang sekitar pukul 18.30 WIB," beber Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan kejadian pada Kamis (28/5) kemarin. "Dan ternyata kemarin dua mobil itu dibawa ke Unair satu dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain."

"(Akhirnya mobil dijanjikan akan dikirim ke kami) Kami sudah siapkan sejak pukul 07.00 WIB dan warga sangat antusias untuk mengikuti tes tersebut," imbuh Febria, seperti dilansir dari Suara Surabaya. "Tapi tak lama kemudian saya mendapatkan kabar bahwa dua mobil itu sama-sama dialihkan ke luar daerah. Akhirnya, kami dua kali membubarkan pasien untuk melakukan tes swab."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts