Kemenlu Bicara Nasib WNI Di AS Usai Kematian George Floyd Picu Demonstrasi Besar-Besaran
Nasional

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) buka suara terkait nasib Warga Negara Indonesia (WNI) usai kematian George Floyd picu demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat.

WowKeren - Kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd di tangan kepolisian telah memicu kemarahan dan gelombang aksi demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat (AS). Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI berbicara mengenai nasib Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Negeri Paman Sam.

Sebelumnya, kematian Floyd tersebar luas di media sosial. Dalam video viral itu, Floyd terlihat dibekuk polisi dengan posisi leher dan tubuhnya ditindih hingga tewas. Aksi kepolisian Minneapolis tersebut langsung dikecam oleh mayoritas penduduk AS lantaran dinilai agresif dan diwarnai rasisme.


Warga Minneapolis yang marah dan mengamuk hingga melakukan unjuk rasa hingga perusakan serta penjarahan sejumlah toko. Polisi yang berjaga mendapat izin menembak para penjarah dengan peluru karet yang justru semakin memancing emosi masyarakat.

Selain Minneapolis, penjarahan dan aksi pembakaran juga terjadi di berbagai kota AS. Pemerintah Indonesia pun berusaha terus memantau keadaan WNI yang berada di AS dan memberikan pesan agar selalu menjaga keamanan.

”Sesuai data di KJRI Chicago, data WNI di seluruh negara bagian Minnesota sebanyak 948 orang dan 254 di antaranya mahasiswa,” kata Jubir Kemenlu, Teuku Faizasyah seperti dilansir dari Detik pada Minggu (31/5). “Khusus untuk di Kota Minneapolis sampai dengan St Paul (twin cities-karena kotanya bersebelahan), jumlah WNI kita sebanyak 270 orang.”

Kemenlu juga telah menjalin koordinasi dengan KBRI dan KJRI setempat. Hal ini sesuai dengan perintah Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang meminta KBRI dan KJRI memastikan keamanan WNI di tengah-tengah situasi kerusuhan di AS.

”Pemerintah Indonesia melalui perwakilan Indonesia di AS mengikuti dari dekat perkembangan di AS menyusul insiden yang terjadi di Minnesota,” jelas Faizasyah. “Hal ini utamanya dikaitkan dengan upaya perlindungan WNI.”

”Menlu RI telah menginstruksikan kepala perwakilan RI di AS, baik KBRI dan KJRI untuk terus memastikan keamanan dan keselamatan WNI kita di AS,” sambungnya. “Untuk itu, perwakilan Indonesia di AS telah mengeluarkan peringatan dan imbauan kepada WNI di sana dan juga menghubungi simpul-simpul masyarakat dari waktu ke waktu.”

Terakhir, Kemenlu memberikan pesan kepada WNI untuk tetap mematuhi aturan yang telah diberlakukan di sejumlah kota negara bagian AS demi menjaga keamanan. “Intinya, perwakilan RI juga mengingatkan terus agar WNI mengindahkan ketentuan dari otoritas setempat, seperti tidak keluar tempat tinggal saat penerapan jam malam,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts