Jenazah George Floyd Dimakamkan 9 Juni Mendatang Usai Diautopsi
Dunia

Detail pemakaman ini dibagikan usai hasil autopsi independen Floyd bertentangan dengan hasil autopsi resmi oleh Pemeriksa Medis Hannepin County, yang ditulis dalam dokumen tuntutan pengadilan.

WowKeren - Jenazah George Floyd, warga kulit hitam Amerika Serikat yang tewas akibat ulah polisi Minneapolis, akan digelar pada 9 Juni mendatang di Houston, Texas. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pengacara keluarga Floyd, Ben Crump, dalam konferensi pers pada Senin (1/6) waktu setempat.

Dalam pengumuman tersebut, Crump juga menyebutkan akan ada pula peringatan kematian pada Kamis (4/6) di Minneapolis. Kemudian akan ada kebaktian di North Carolina, kota kelahiran George Floyd, pada Sabtu (6/6) mendatang.


"Di sini di Minneapolis, akan ada peringatan pada Kamis, pukul 01.00 - 03.00. Dan kemudian pada Selasa, 9 Juni. pemakaman akan berlangsung di Houston, Texas, pukul 11.00," tutur Crump.

Detail perihal peringatan kematian dan pemakaman ini dibagikan setelah Crump melaporkan hasil autops George Floyd. Dilaporkan bahwa hasil autopsi independen mengungkap Floyd meninggal karena sesak napas setelah tindakan pembunuhan dengan melakukan penekanan antara leher dan punggung secara berlebihan sehingga menyebabkan kurangnya aliran darah ke otak.

"Sesak napas akibat tekanan yang berkelanjutan. Dalam hasil autopsi itu juga disebutkan Floyd meninggal dunia di tempat kejadian," ujar Crump.

Para dokter mengatakan, kematian Floyd adalah pembunuhan. Dia kemungkinan meninggal dunia sebelum dimasukkan ke ambulan dan dibawa ke rumah sakit. Hasil autopsi independen tersebut bertentangan dengan temuan awal dari autopsi resmi oleh Pemeriksa Medis Hannepin County, yang ditulis dalam dokumen tuntutan pengadilan.

Berdasarkan hasil temuan awal, tidak ada bukti pencekikan traumatis kepada Floyd. Kematian Floyd kemungkinan disebabkan oleh penyakit yang menyertainya yakni arteri koroner dan hipertensi.

"Buktinya konsisten dengan asphyxia sebagai penyebab kematian dan pembunuhan," ujar salah satu dokter independen yang melakukan autopsi, Allecia Wilson dari University of Michigan.

George Floyd sendiri adalah seorang warga kulit hitam yang pekan lalu ditangkap oleh polisi Minneapolis. Ia tewas setelah dijatuhkan ke tanah kemudian lehernya dijepit menggunakan lutut.

Rekaman video yang beredar menunjukkan leher Floyd ditekan oleh petugas kepolisian Derek Chauvin selama 8 menit 46 detik. Chauvin dan ketiga rekannya kemudian dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga oleh departemen kehakiman. Kendati demikian, kematian Floyd masih menimbulkan demonstrasi besar-besaran di AS.

Kematian Floyd juga kembali membuka luka lama akan rasialisme yang dirasakan oleh banyak warga Afrika-Amerika, khususnya terkait pembunuhan dan tindakan sewenang-wenang oleh polisi, seperti pembunuhan Michael Brown pada Agustus 2014 di Ferguson, Missouri, dan Eric Garner pada Juli 2014 di New York. Aksi protes untuk menuntut keadilan bagi Floyd menyebar di 140 kota di seluruh AS pada akhir pekan lalu, dan banyak berujung kerusuhan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts