Sejumlah Polisi AS Ikut Aksi Protes Kematian George Floyd
Dunia

Alih-alih membubarkan para demonstran, Kepala Kepolisian Camden County, Joseph Wysocki, malah ikut bergabung bersama para pengunjuk rasa dengan ikut berlutut sebagai bentuk solidaritas.

WowKeren - Sejumlah aparat kepolisian Amerika Serikat terlihat bergabung dengan para pengunjuk rasa dalam aksi protes solidaritas terhadap kematian George Floyd, seorang warga kulit hitam yang tewas akibat ulah polisi di Minneapolis.

Kematian Floyd dianggap sebagai puncak amarah publik AS terkait kebrutalan dan sikap rasial yang sistematis, terutama oleh aparat terhadap warga kulit hitam dan minoritas. Namun alih-alih membubarkan para demonstran, Kepala Kepolisian Camden County, Joseph Wysocki, malah ikut bergabung dengan para demonstran dengan ikut berlutut sebagai bentuk solidaritas.


"Saya tidak bisa memikirkan hal lain sejujurnya. Ini adalah komunitas kita, dan bukan hanya kami (polisi) yang menertibkan kota, tapi kita semua bersama-sama," kata Wysocki kepada ABC News pada Senin (1/6).

Aksi solidaritas polisi itu pun dinilai sebagai bagian dari upaya aparat menjalin hubungan dan kepercayaan yang lebih baik lagi dengan penduduk kota sejak 2013 ketika kewenangan keamanan publik diambil alih oleh departemen kepolisian negara bagian dari kepolisian kota. Keikutsertaan Wysocki dan para personelnya dalam demo disambut baik oleh para demonstran.

"Saya tahu bahwa semua polisi tidak buruk, jadi begitu saya mendengar bahwa mereka ingin terlibat, saya merespons 'tentu boleh, mari kita lakukan, kita dapat berdiri bersama dalam aksi solidaritas ini'," kata seorang warga, seperti dilansir dari CNN pada Rabu (3/6).

Tak hanya polisi, sejumlah politikus dan tokoh lainnya juga turut serta dalam demo tersebut. "Mereka (polisi) seakan ingin menyampaikan 'ini adalah demonstrasi Anda. Anda yang memimpin, kami mendukung di belakang kalian'," ujarnya menambahkan.

Sebagai informasi tambahan, George Floyd sendiri adalah seorang warga kulit hitam yang pekan lalu ditangkap oleh polisi Minneapolis. Ia tewas setelah dijatuhkan ke tanah kemudian lehernya dijepit menggunakan lutut.

Rekaman video yang beredar menunjukkan leher Floyd ditekan oleh petugas kepolisian Derek Chauvin selama 8 menit 46 detik. Chauvin dan ketiga rekannya kemudian dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga oleh departemen kehakiman. Kendati demikian, kematian Floyd masih menimbulkan demonstrasi besar-besaran di AS.

Kematian Floyd juga kembali membuka luka lama akan rasialisme yang dirasakan oleh banyak warga Afrika-Amerika, khususnya terkait pembunuhan dan tindakan sewenang-wenang oleh polisi, seperti pembunuhan Michael Brown pada Agustus 2014 di Ferguson, Missouri, dan Eric Garner pada Juli 2014 di New York. Aksi protes untuk menuntut keadilan bagi Floyd menyebar di 140 kota di seluruh AS pada akhir pekan lalu, dan banyak berujung kerusuhan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts