Geger Ratusan Hewan Ternak di Sumut Mati Diisap Darahnya Sampai Habis Oleh Makhluk Misterius
Nasional

Ratusan hewan ternak milik Saut Simanjuntak (47), seorang peternak asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara ditemukan tewas dalam kondisi darah terisap habis namun bangkainya masih utuh.

WowKeren - Pandemi Corona dan masalah perekonomian yang mengiringi tampaknya bukan satu-satunya hal yang membuat pusing peternak di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Sebab kini peternak di sana tengah diteror oleh palasik alias makhluk pengisap darah selama sebulan terakhir.

Terornya pun tak main-main lantaran menyebabkan seorang peternak sampai merugi karena 200 ternaknya mati. Hal ini seperti diungkap oleh Saut Simanjuntak (47), warga Pargumpolon, Desa Pohan Tonga, Tapanuli Utara yang lemas mendapati ternak ayam, bebek, hingga babi miliknya dimangsa palasik.

"Kejadiannya sejak sebulan lebih. Namun, masyarakat luas baru mengetahuinya pada minggu lalu, saat sejumlah ekor bebek, dan ayam, juga seekor ternak babi kembali dimangsa," ungkap Saut, seperti dikutip oleh Antara, Senin (22/6).

Menurutnya hampir setiap hari selama sebulan terakhir sekitar 1-2 ekor ternaknya ditemukan mati dengan luka di bagian leher. "Anehnya, bangkai setiap ternak yang dimangsa selalu utuh. Sepertinya, hanya darahnya saja yang diisap makhluk haus darah itu," tutur Saut.


Kemudian ternak yang menjadi korban kian banyak. Termasuk seekor babi ternaknya yang seberat 25 kilogram ditemukan di tepian sungai yang berjarak kurang lebih 35 meter dari lokasi kandang.

"Ternak babi ini mengalami sejumlah luka tusukan di bagian leher, bekas cakaran, dan mengalami luka seperti sayatan memanjang pada bagian perut, hingga bagian dalam perutnya terlihat," kata Saut. "Meski tidak organ tubuh yang hilang."

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut pun angkat bicara. Kepala Seksi BBKSDA Sumut Wilayah IV Taruntung, Manigor Lumbantoruan, mengaku pihaknya sudah berhasil mengidentifikasi makhluk misterius yang kerap disebut palasik itu.

"Hasil penelitian sementara, dari jejak cakar yang tertancap, pemangsa memiliki lima cakar," jelasnya terkait dengan makhluk yang bertanggung jawab menyebabkan ternak seperti ayam dan itik tewas. Sejauh ini pihak BBKSDA menduga musang lah yang bertanggung jawab.

Sedangkan untuk kematian babi, BBKSDA menduga hewan beruang lah yang kemungkinan menjadi pemangsa. Hanya saja BBKSDA belum bisa menyimpulkan lantaran pemangsanya belum berhasil ditangkap.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait