Khofifah Soroti Attack Rate Corona di Surabaya yang 7 Kali Lebih Tinggi dari Angka Nasional
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Attack rate yang sangat tinggi ini lah yang kemudian harus ditekan oleh Pemprov Jawa Timur. Tracing atau pelacakan ketat disebut menjadi kunci untuk memutus penularan COVID-19.

WowKeren - Tingginya jumlah kasus COVID-19 di Jawa Timur kini tengah menjadi sorotan pemerintah pusat. Di Jawa Timur sendiri, kasus corona tertinggi terjadi di Kota Surabaya, dengan persentase kasus mencapai 48,3 persen.

"Ini yang kami terus waspada di semua lini," tutur Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis (25/6) hari ini. "Berikutnya sebaran kasus di Jatim dari 10.282 (berbeda dengan data Gugus Tugas), tertinggi di Surabaya 48,3 persen, Sidoarjo dan Gresik 34 persen."

Khofifah juga menyosoti soal attack rate di Kota Surabaya yang lebih tinggi hingga 7 kali lipat dari angka nasional. Attack rate sendiri adalah rasio kasus per 100 ribu penduduk.

"Kami ingin turunkan attack rate," ungkap Khofifah. "Ini penting karena nasional 17,8, provinsi Jatim 25, Surabaya 189, Surabaya Raya 105 per 100 ribu jumlah populasi."


Attack rate yang sangat tinggi ini lah yang kemudian harus ditekan oleh Pemprov Jawa Timur. Tracing atau pelacakan ketat disebut menjadi kunci untuk memutus penularan COVID-19.

"Berikutnya, gimana tracing bisa lebih masif. Ini adalah posisi kemampuan masing-masing kab/kota tracing. Sebetulnya kita dapatkan satu kebahagiaan ketika 9 juni Rt (reproduction rate) sudah 0,86 persen," tutur Khofifah. "Tapi kemudian ada kenaikan kembali 24 Juni kemarin, Rt jadi 1,08 persen."

Sementara itu, Jokowi sendiri memberikan target selama 2 pekan kepada Jawa Timur untuk mengendalikan kasus COVID-19. Jokowi juga memastikan akan ada tim yang memantau perkembangan kasus Corona di Jatim. Ia menambahkan jika Jawa Timur berhasil menekan jumlah kasus corona maka dapat segera mulai memasuki tatanan kehidupan baru alias new normal.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto, juga telah mengaku akan mengurai pokok permasalahan yang menyebabkan angka kasus positif virus corona di Jawa Timur terus melonjak. Apabila pokok permasalahan itu bersumber dari protokol kesehatan yang kurang ditaati oleh masyarakat, maka pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut. Sehingga protokol kesehatan tersebut bisa diterapkan dengan baik oleh warga.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts