Masuki Tahap Kelima, Tangerang Raya Perpanjang PSBB Hingga 12 Juli
Getty Images
Nasional
PSBB Corona

Konsolidasi dan koordinasi akan dilakukan lebih terperinci dikoordinir OPD terkait. Salah satunya mengenai pelaksanaan Idul Adha yang rutin digelar tiap tahun

WowKeren - Gubernur Banten Wahidin Halim memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Tangerang Raya. PSBB ini berlaku terhitung mulai Minggu (28/6) hingga 12 Juli mendatang.

PSBB tersebut diterapkan dengan berbagai catatan dan kelonggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikan Wahidin dalam telekonferensi Rapat Evaluasi Pelaksanaan PSBB Tahap IV Wilayah Tangerang Raya di Serang, Minggu (28/6).


"PSBB diperpanjang memuat berbagai instrumen," kata Wahidin dilansir dari Antara, Senin (29/6). "Yang disesuaikan dengan hal-hal yang masih dijadikan keluhan secara sosial kemasyarakatan."

Untuk merespons keluhan masyarakat, konsolidasi dan koordinasi akan dilakukan lebih terperinci dikoordinir OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Salah satunya mengenai pelaksanaan Idul Adha yang rutin digelar tiap tahun, termasuk mengenai tata cara salat berjamaah maupun potong hewan. Ketentuan semacam ini akan dimuat dalam Pergub yang akan segera ditetapkan.

Lebih jauh, gubernur pun menyoroti perbedaan penerapan protokol kesehatan di pasar modern dan tradisional. Pasar modern, dikatakannya relatif lebih patuh pada protokol kesehatan sedangkan pasar tradisional masih rentan terjadi persoalan mengenai social distancing dan juga fasilitas cuci tangan yang belum merata.

Sehingga perlu adanya penanganan khusus untuk memastikan penerapan protokol COVID-19 di pasar tradisional. "Ada tapi tidak merata atau ada tapi tidak tersosialisasikan dengan baik. Jadi pasar tradisional ini, relatif perlu perhatian khusus," kata Wahidin.

Lebih jauh, Wahidin tak lupa mengapresiasi jajaran Kepala Daerah di wilayahnya yang masih bisa mempertahankan perekonomian berjalan dengan stabil di tengah kondisi yang sulit.

"Lainnya, kuartal ketiga yang seharusnya mulai terasa saat pandemi, tapi di tengah krisis aktivitas masyarakat tidak berkurang," ujar Wahidin. "Untuk belanja sehari-hari, berdasarkan survei, masyarakat relatif cukup berkemampuan."

Lebih jauh, ia mengatakan jika penanganan COVID-19 di Banten relatif baik. "Terlihat dari grafik di Indonesia, Banten terus menurun dibanding dengan provinsi lain yang ada," katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts