Sekolah Buka 1 Juli, Malaysia Tak Izinkan Anak TK-PAUD Bawa Bekal Dari Rumah
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sekolah akan mulai dibuka pada 1 Juli besok, Pemerintah Malaysia tidak mengizinkan anak TK dan PAUD membawa bekal sendiri dari rumah. Ternyata, ini alasannya.

WowKeren - Pemerintah Malaysia akan kembali membuka sekolah untuk anak-anak TK dan PAUD pada Rabu (1/7) mendatang. Namun saat kembali bersekolah, anak-anak TK dan PAUD tidak diizinkan untuk membawa bekal makanan, minuman, dan bahkan tas sendiri dari rumah masing-masing.

Aturan tersebut berlaku baik bagi TK negeri maupun swasta. Meski demikian, Kementerian Pendidikan Malaysia masih memperbolehkan anak-anak membawa bekal jika mereka memiliki kebutuhan diet khusus, dengan syarat mendapatkan izin dari pihak sekolah.


Anak-anak yang terpaksa membawa bekal atau tas sendiri nantinya akan diserahkan terlebih dahulu lewat guru atau asisten guru. Walau telah melakukan pelarangan, namun alasan mengenai larangan tersebut masih belum jelas dan pasti.

Akibatnya, banyak pihak yang memprotes kebijakan anak TK tidak boleh membawa bekal sendiri. Salah satu protes datang dari Ketua Asosiasi TK Malaysia, Eveleen Ling.

Ling mengaku menerima banyak pertanyaan dari para orangtua terkait mengapa tidak memperbolehkan membawakan bekal bagi anaknya. Apalagi, banyak orangtua menilai jika membawa bekal dari rumah justru lebih aman untuk anak.

Tak sampai disitu, Ling juga turut menyoroti banyaknya pengelola TK atau PAUD swasta yang tidak memiliki dapur sendiri. Hal ini tentunya akan menjadi masalah jika siswa yang masih kecil tidak diperkenankan untuk membawa bekal sendiri. Terlebih jika anak-anak hanya diperbolehkan untuk mengikuti katering yang dinilai bisa memberatkan sebagian orangtua.

”Orangtua lebih suka bila anak-anak mereka membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena dianggap lebih aman,” ujar Ling seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (26/6). “Bila TK harus menyediakan makanan, entah membuat sendiri atau katering, itu akan meningkatkan biaya yang dibebankan kepada orangtua.”

Oleh sebab itu, Ling berharap pemerintah segera mengklarifikasi aturan tersebut. Hingga saat ini, kementerian pendidikan memang masih bungkam terkait aturan tersebut.

Namun, kementerian mengatakan operator PAUD tidak bisa memaksa anak-anak untuk kembali mengirimkan anak-anak ke sekolah. “Kehadiran anak tergantung kesiapan orangtua untuk mengirim mereka ke PAUD/tabika/tadika,” demikian pernyataan yang disebarkan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts