Aturan Usia PPDB DKI Tuai Protes, Orangtua Khawatirkan Potensi Bully dan Pelecehan Seksual
Nasional

Di sisi lain, ratusan orangtua 'menggeruduk' Kemendikbud pada hari ini. Mereka menuntut agar Mendikbud Nadiem Makarim turun tangan menangani dan mengulang seleksi PPDB DKI.

WowKeren - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2020 terus menuai protes keras dari kalangan orangtua. Pasalnya, sistem zonasi PPDB DKI menggunakan seleksi utama dengan dasar usia.

Salah seorang orangtua yang bernama Batara mengungkapkan bahwa anaknya terpental dari sekolah tujuan hanya karena usianya yang muda. Batara mengaku bahwa anaknya memiliki nilai yang bagus, namun harus terhalang karena usia.


"(Anak saya) 15 tahun 2 bulan. Jadi anak saya ini paling pinter dari kelas 1 sampai kelas 3," tutur Batara di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta Pusat, pada Senin (29/6) hari ini. "Cuma gara-gara persoalan umur dia terpental."

Batara menjelaskan bahwa PPDB DKI tahun ini lebih mengutamakan siswa yang usianya lebih tua. Batara pun mengkhawatirkan kebijakan ini. Ia menilai pencampuran siswa berusia 15 tahun dengan siswa berumur 17-20 tahun bisa berpotensi menimbulkan bullying terhadap yang lebih muda.

"Sekarang umur yang diutamakan. Kebayang nggak anak-anak seperti anak-anak 15 tahun itu bercampur dengan anak-anak umur 17, 18, 20 tahun," terang Batara. "Akan terjadi pem-bully-an dan pelecehan seksual di kelas. Itu pasti. Nah kalau ada siapa yang bertanggung jawab?"

Selain itu, Batara juga mengkhawatirkan dampak psikologis yang ditimbulkan PPDB DKI tahun ini. Ia pun berharap pemerintah memberikan solusi terkait syarat usia ini.

"Berharap ada solusi lah dari pemerintah dan saya berharap jangan sampai anak-anak yang berumur itu dicampur dengan anak-anak yang baru tamat," ungkap Batara. "Itu efeknya luar biasa secara psikologis anak saya sudah ngeri-ngeri begitu."

Di sisi lain, ratusan orangtua "menggeruduk" Kemendikbud pada hari ini. Mereka menuntut agar Mendikbud Nadiem Makarim turun tangan menangani dan mengulang seleksi PPDB DKI.

Menurut koordinator lapangan (korlap) aksi dari Forum Relawan PPDB DKI 2020, Rudi, para peserta yang "menggeruduk" kantor Nadiem hari ini didominasi oleh orangtua peserta PPDB jalur afirmasi dan zonasi yang tak lolos karena terkendala aturan usia. "Kami ingin menyuarakan aksi anak-anak kami yang saat ini mereka gundah gulana karena stres," jelas Rudi di lokasi demo.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts