Bupati Lombok Tengah Buka Suara Soal 'Cadarisasi' Para Pegawai
Nasional

Suhaili mengatakan jika istilah cadar di sini lah yang menimbulkan kesalahpahaman. Padahal, imbauannya tersebut pada dasarnya hanya untuk mengoptimalkan penggunaan masker.

WowKeren - Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, M Suhaili Fadhil Thohir, tengah menjadi sorotan. Hal itu tak lepas dari video tentang dirinya yang beredar luas.

Dalam video yang beredar, tampak Suhaili berbicara di hadapan jajarannya saat senam. Dia mengatakan pegawai yang memakai jilbab diharuskan memakai cadar. Cadar ini, dikatakannya, sebagai pengganti masker.

Ia juga menyarankan agar warna cadar sepadan dengan warna jilbab yang dikenakan. Sedangkan untuk pegawai pria tetap diwajibkan memakai masker. Begitu juga dengan pegawai yang non muslim.

"Akan ada kita programkan gerakan kita untuk maskerisasi dengan menggunakan cadarisasi. Jadi jilbab harus disertai dengan cadar. jadi nanti kalau misalnya merah warna jilbabnya cadarnya pun warna merah, ini khusus ibu-ibu," jelas Suhaili. "Bapak-bapak pakai masker. Yang tidak muslim, yang tidak pakai jilbab tetap pakai masker. Tapi yang muslim yang pakai jilbab dia pakai cadar."


Menanggapi videonya viral hingga menimbulkan perdebatan, Suhaili pun angkat bicara. Ia mengatakan jika istilah cadar di sini lah yang menimbulkan kesalahpahaman. Padahal, imbauannya tersebut pada dasarnya hanya untuk mengoptimalkan penggunaan masker.

"Jadi terjebak hanya pada istilah cadar saja, padahal itu hanya upaya untuk optimalisasi penggunaan masker," kata Suhaili dilansir detikcom, Kamis (2/7). "Mulai dari aparat dulu yang kita harapkan jadi contoh, bisa menjadi mobilisator masyarakat disiplin menggunakan masker."

Ia menegaskan jika ketentuan tersebut hanya berlaku bagi pegawai internal di Lombok Tengah. Terkait anjuran memakai cadar ini, ia minta tak dikaitkan dengan ajaran agama.

"Kemudian ndak ada landasan, walaupun ada kata wajib, wajib internal, sama dengan wajib masker lah," lanjut Suhaili. "Tidak ada konotasi wajib menurut ajaran agama. Sama dengan masker ini aja."

Selain itu, Suhaili juga mengatakan jika tidak ada karyawan yang keberatan dengan imbauannya ini. Justru mereka senang. "Ndak ada (protes), malah mereka senang, karena pada saat senam mereka agak leluasa napasnya," tutur Suhaili.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts