Klaster Pabrik Unilever Bekasi 'Panen' 36 Positif Corona, Barang Produksi Bakal Ditarik?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Klaster Pabrik Unilever di Cikarang, Bekasi sudah mengonfirmasi sebanyak 36 orang positif terinfeksi virus Corona. Belakangan nasib barang-barang yang telah diproduksi menjadi pertanyaan publik.

WowKeren - Pabrik kembali menjadi klaster penularan wabah virus Corona. Kali ini terjadi di salah satu pabrik produksi milik Unilever di Cikarang, Bekasi, yang belakangan terkonfirmasi menyebabkan 36 karyawan positif Corona.

Muncul banyak wacana usai klaster ini dikonfirmasi. Mulai dari penutupan sementara pabrik, bahkan isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang langsung mendapatkan konfirmasi dari otoritas setempat.


Dan kekinian perihal barang-barang produksinya pun ikut menjadi pertanyaan. Menanggapi hal tersebut, PT Unilever Indonesia - Savoury Factory mengaku akan melakukan sterilisasi dan menginkubasi semua produk pabriknya.

"Ini good will dari perusahaan. Semua produk akan disterilisasi dan diinkubasi selama 14 hari untuk memastikan semua aman," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, Jumat (3/7). "Meskipun Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebut bahwa tidak ada penularan pada makanan."

Tak hanya itu, Unilever juga memikirkan solusi untuk menghentikan penularan wabah lebih lanjut. Salah satunya dengan melakukan tes PCR kepada seluruh karyawan.

Kemudian Unilever juga juga meliburkan karyawan dan menghentikan sementara proses produksi. Pabrik itu pun melakukan sterilisasi menyeluruh kepada seluruh produk yang dihasilkan di pabrik tersebut.

Langkah-langkah ini, tutur Adhi, sudah disesuaikan dengan ketentuan Kementerian Perindustrian. "Dengan tindakan inkubasi, sterilisasi, dan karantina memang sudah sangat tepat untuk menangani persoalan ini," jelas Adhi, seperti dilansir dari Suara, Sabtu (4/7).

Di sisi lain Kementerian Perindustrian juga ikut mengomentari perihal langkah solutif yang ditempuh Unilever ini. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim, malah mendorong Unilever agar tetap mengoperasikan pabriknya.

"Setelah diketahui terdapat karyawan yang positif COVID-19 pada salah satu pabrik milik Unilever di Cikarang," ujar Rochim lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7). "Maka sesuai Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19, Kemenperin tetap akan mendorong perusahaan untuk beroperasi."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts