Kalung Antivirus Corona Bikin Heboh, IDI Justru Tak Permasalahkan
Nasional
Kontroversi Kalung Antivirus Corona

Kalung penawar COVID-19 tersebut berbasis pohon kayu putih (eucalyptus) dan disebut teruji ampuh membunuh virus hanya dalam waktu dalam 15-30 menit pemakaian.

WowKeren - Kementerian Pertanian berencana memproduksi kalung yang ampuh membunuh virus corona secara massal. Kalung penawar COVID-19 tersebut berbasis pohon kayu putih (eucalyptus) dan disebut teruji ampuh membunuh virus hanya dalam waktu dalam 15-30 menit pemakaian.

Kalung anti corona ini lantas membuat publik heboh dan ramai diperbincangkan di media sosial. DPR RI bahkan sempat mengkritik rencana Kementan untuk memproduksi massal kalung anti corona tersebut.


Meski demikian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) justru tidak mempersoalkan kalung anti corona buatan Kementan tersebut. Waketum PB IDI, Slamet Budiarto, menilai bahwa kalung anti corona tersebut adalah sejenis herbal.

Apabila memang sudah diteliti bermanfaat, IDI menilai kalung corona tersebut dapat dimanfaatkan. "IDI menilai kalung anti Corona buatan Kementan ini adalah sejenis herbal yang bisa dimanfaatkan," tutur Slamet dilansir detikcom pada Senin (6/7).

Slamet menyebut bahwa eucalyptus bisa bermanfaat seperti tanaman herbal lainnya, namun apabila ingin dijadikan obat maka harus diuji klinis terlebih dahulu. Apabila tidak diuji klinis, maka itu bukanlah obat melainkan herbal.

"Jadi eucalyptus ini adalah herbal. Kalau sudah diteliti ya tidak apa-apa dimanfaatkan saja," jelas Slamet. "Kalau obat herbal nggak perlu (diuji klinis). Namanya herbal. Kalau diuji klinis, namanya obat."

Namun demikian, Slamet menilai bahwa kalung eucalyptus tersebut harus diteliti terlebih dahulu terkait manfaatnya terhadap COVID-19. "Untuk kemanfaatan terhadap COVID-19 perlu dilakukan penelitian lebih mendalam," ujar Slamet.

Sebelumnya, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr dr Inggrid Tania, M.Si., telah memberikan tanggapannya terkait kalung anti corona yang diperkenalkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo itu. Inggrid mengatakan bahwa Eucalyptus memang memiliki zat yang bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Namun belum ada penelitian spesifik mengenai manfaatnya untuk melawan virus corona penyebab COVID-19 alias SARS-CoV-2.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts