Ribuan Sapi di DIY Dilepasliarkan untuk Makan Sampah, Ada Yang Mati Terlindas Alat Pengeruk
Rawpixel/McKinsey
Nasional

Petugas UPT PTST Piyungan mengatakan jika keberadaan sapi-sapi tersebut cukup mengganggu karena kerap mendekati truk-truk yang menurunkan sampah sehingga bisa tertimbun.

WowKeren - Ribuan sapi dilepasliarkan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sapi-sapi ini sengaja dilepasliarkan untuk memakan sampah agar tetap hidup.

Tak hanya sapi, ada juga kambing yang dilepasliarkan untuk memakan sampah di lokasi yang sama. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Sekretariat Komunitas Pemulung "Mardiko" TPST Piyungan, Maryono. Ia menyebut sedikitnya ada sekitar 1.100 ekor sapi milik 85 orang yang sebagian warga sekitar. Selain itu, ada juga 200-an kambing yang dilepas di area seluas 12,5 hektare tersebut.

"Ada yang setiap sore dibawa pulang oleh pemiliknya," kata Maryono dilansir CNN Indonesia, Senin (6/7). "Tapi ada juga yang dibiarkan berada di sini setiap hari."

Ia melanjutkan, sebagian besar sapi di sana memang dibiarkan selama bertahun-tahun hingga pembelinya datang untuk mengangkut mereka. "Ada yang sampai 1-4 tahun," ungkapnya.


Mirisnya, ada sampah di sana yang mengandung racun sehingga tak jarang ada sapi yang mati mendadak karena memakan sampah yang mengandung racun. Tak cukup sampai di situ, ada sapi yang mati karena tertimbun sampah yang baru saja diturunkan dari truk.

Yang lebih menyayat hati, ada kalanya sapi mati terlindas alat berat pengeruk sampah. "Dalam seminggu terakhir ini, hampir setiap hari ada satu ekor sapi yang mati," ujar Maryono.

Jika ada sapi yang mati, pihak Maryono akan mengumumkan ke warga untuk mengetahui siapa pemiliknya. Untuk melepasliarkan sapi di tempat pembuangan sampah itu memang warga tidak dikenakan biaya. Warga yang melepasliarkan sapi-sapi mereka juga harus siap dengan konsekuensi yang akan mereka terima.

"Kami sudah ada perjanjian," jelas Maryono. "Kalau terjadi sesuatu dengan hewan ternak mereka di sini, maka mereka tidak akan menuntut."

Petugas UPT PTST Piyungan, Ibnu Zulkarnanto mengatakan jika keberadaan sapi-sapi tersebut cukup mengganggu karena kerap mendekati truk-truk yang menurunkan sampah sehingga bisa tertimbun. Namun, ia tak dapat berbuat banyak lantaran bisa memicu konflik antara pengelola dengan warga.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts