Puncak Gunung Merapi Menggembung, Warga Diimbau Waspada
Pxhere
Nasional

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut jika penggembungan ini bisa menjadi indikasi akan terjadinya erupsi atau terbentuknya kubah lava.

WowKeren - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut tengah terjadi penggembungan di bagian puncak Gunung Merapi. Hal itu diakibatkan oleh aktivitas magma di dalamnya.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida. Ia menyebut jika sampai saat ini status gunung tersebut masih waspada. Untuk itu, warga sekitar diminta untuk tetap waspada.


"Kondisi Merapi saat ini status masih waspada," kata Hanik, Rabu (8/7). "Memang ada penggembungan tubuhnya. Tetapi kecepatannya sampai sekarang adalah setengah sentimeter per hari."

Kendati demikian, Hanik menyebut jika penggembungan yang terjadi saat ini masih relatif kecil. Penggembungan ini, dikatakannya bisa menjadi indikasi akan terjadinya erupsi atau tumbuhnya kubah lava. Oleh sebab itu penting bagi warga sekitar untuk tetap waspada. Pihaknya akan terus melakukan pantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi Gunung Merapi.

"Jadi penggembungannya masih kecil. Tapi kita tetap harus waspada, artinya sewaktu-waktu indikasi ini bisa juga akan terjadi erupsi yang seperti kemarin (21 Juni)," jelas Hanik. "Eksplosif seperti itu atau tumbuh kubah lava. Ya Ini kita pantau terus."

Terkait aktivitas penggembungan ini, Hanik menyebut sudah dimulai sejak Merapi mengalami erupsi pada 21 Juni lalu. Lalu penggembungan terus berlanjut mulai 22 Juni hingga saat ini sebesar 0,5 cm per hari. Meski demikian, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo meminta agar warga tidak panik.

"Kalau orang awam seperti saya itu memahami, oh lagi bengkak, ada sesuatu, bisa mengeluarkan juga sesuatu," kata Ganjar di Boyolali. "Apakah bisa gas, apakah bisa material. Itu kira-kira saya cara menangkapnya."

Ia menuturkan jika warga masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari namun perlu diingat bahwa mereka tidak boleh berada dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah. Menurutnya, masyarakat sudah siap. "Kalau masyarakatnya relatif sudah siap. Yang penting tinggal kita model siapnya seperti apa. Kalau kita melihat secara mental, kebiasaan dan pengalaman masyarakat lebih siap," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts