Rasis Pada Orang Asia, Bos Perusahaan Teknologi Ini Tuai Kecaman
Dunia

Perilaku rasis Michael Lofthouse yang merupakan CEO perusahaan teknologi cloud bernama Solid8 kepada sebuah keluarga Asia di salah satu restoran Amerika Serikat menuai kecaman berbagai pihak.

WowKeren - Perilaku rasis seorang bos perusahaan teknologi menjadi viral di media sosial. Pasalnya, ia mengucapkan kata-kata kasar serta rasis kepada sebuah keluarga Asia.

Kejadian tersebut bermula saat pria bernama Jordan Chan merayakan ulang tahun tantenya bersama keluarga di restoran bernama Lucia di California, Amerika Serikat. Namun, seorang tamu di meja dekat mereka mengucapkan perkataan rasis dan sumpah serapah.


Padahal saat itu Chan dan keluarganya tengah menyanyikan lagu selamat ulang tahun, memotret dan bercanda. Namun pria itu mulai berkomentar rasis pada mereka.

"Saya sudah pernah mengalami hal rasis sebelumnya tapi tidak pernah dalam skala ini," ujar Chan pada media. "Tidak dalam level di mana seseorang yang tak terprovokasi menyatakan kebencian tanpa alasan."

Karena tak kuat mendengarnya keluarga itu pun memutuskan untuk merekam perilaku tak pantas pria tesebut. "Trump's going to f**k you. You f**kers need to leave ... You f***ing Asian piece of sh*t," begitu katanya seperti yang dilihat dari video berikut.

Mendengar keributan, pelayan restoran pun langsung mendekat dan menegur pria tersebut. Pria itu kemudian memakai jasnya dan bertanya "Siapa keparat itu?" tanyanya.

"Mereka tamu yang terhormat," jawab si pelayan. "Begitukah? Mereka tamu terhormat di Amerika?" kata pria itu. Sang pelayan habis kesabaran dan berteriak mengusirnya sembari mengatakan sang pria tidak akan diizinkan masuk ke sana lagi.

Dikutip dari News.com.au, pria kasar yang rasis tersebut rupanya Michael Lofthouse yang merupakan CEO perusahaan teknologi cloud bernama Solid8 yang berbasis di Silicon Valley. Lofthouse sendiri merupakan pria berkebangsaan Inggris.

Sungguh tidak disangka sebuah CEO perusahaan teknologi bisa bersikap rasis seperti itu. Usai videonya viral di media sosial, Lofthouse pun mendapatkan kecaman dari banyak pihak.

Mulai dari warga sipil hingga kalangan selebriti memberi kecaman. Mereka bereaksi negatif terhadap ucapan Lofthouse, apalagi itu dikaitkan dengan situasi politik di Amerika dan Presiden AS Donald Trump.

Hingga akhirnya, Lofthouse meminta maaf dan segera menghapus akun media sosialnya. "Sikap saya di video itu menjijikkan. Ini jelas sebuah momen di mana saya kehilangan kendali dan mengatakan komentar yang melukai dan memecah," katanya. "Saya meminta maaf secara mendalam pada keluarga Chan."

"Saya hanya bisa membayangkan stress dan luka yang mereka rasakan," imbuh Lofthouse. "Saya dididik untuk menghormati orang dari semua ras dan akan mengambil waktu untuk merenungkan aksi saya."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts