Presiden Brasil Jair Bolsonaro Kena Tuntut Akibat Lepas Masker Saat Umumkan Terinfeksi COVID-19
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Bolsonaro dituding tidak menghormati keselamatan para jurnalis dengan melepas masker saat konferensi pers. Padahal, setidaknya jurnalis dari tiga stasiun televisi hadir dalam acara tersebut.

WowKeren - Asosiasi Pers Brasil (ABI) berencana mengajukan gugatan terhadap Presiden Jair Bolsonaro ke Mahkamah Agung karena melepas masker saat konferensi pers pada Senin (6/7) lalu yang disiarkan televisi.

Dalam tuntutan tersebut, ABI menuduh Bolsonaro tidak menghormati keselamatan para jurnalis dengan melepas masker saat berhadapan dengan awak media. Padahal dalam konferensi pers tersebut, Bolsnonaro mengumumkan bahwa dirinya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Setidaknya tiga stasiun televisi yakni CNN Brasil, TV Record, dan TV Brasil hadir dalam konferensi pers tersebut.


"Negara tidak bisa menyaksikan kelanjutan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan ini merupakan kejahatan nyata bagi kesehatan masyarakat, tanpa bereaksi," kata presiden ABI, Paulo Jeronimo de Souza, seperti dikutip dari CNN pada Jumat (10/7).

Selain ABI, anggota Kongres Marcelo Freixo melalui akun Twitter pribadinya juga menyatakan bahwa ia mengajukan gugatan terhadap Bolsonaro. "Presiden melanggar Pasal 131 dan 132 KUHP karena melepas maskernya selama wawancara ketika dia mengumumkan bahwa dia mengidap virus corona," cuit Freixo usai konferensi pers.

Sementara itu belum ada komentar dari kantor kepresidenan Brasil. Dalam dua hari terakhir, beberapa menteri yang baru-baru ini melakukan kontak dengan Bolsonaro juga telah menjalani tes virus corona.

Sebagai informasi tambahan, Bolsonaro kembali menjalani pemeriksaan COVID-19 setelah media setempat melaporkan bahwa sang Presiden mengalami gejala-gejala yang diasosiasikan dengan infeksi corona, seperti demam hingga 38 derajat Celcius.

Pemeriksaan dilakukan setelah sejumlah foto yang dirilis kantor kepresidenan Brasil menunjukkan Bolsonaro menggelar jamuan makan siang bersama dengan duta besar Amerika Serikat dan beberapa menteri tanpa menggunakan masker. Jamuan makan siang itu digelar untuk merayakan hari kemerdekaan AS pada 4 Juli.

Ini merupakan pemeriksaan corona keempat yang dilakukan Bolsonaro sejak pandemi corona menerjang Brasil. Hasil tiga tes sebelumnya menyatakan dia negatif COVID-19.

Di sisi lain, selama ini Bolsonaro sendiri dikenal selalu meremehkan dampak virus corona meski Brasil menjadi negara kedua dengan jumlah kasus infeksi tertinggi di dunia. Negara Amerika Latin itu bahkan sudah mengonfirmasi lebih dari 1,6 juta kasus infeksi dan 65 ribu jumlah kematian akibat COVID-19.

Bukan hanya itu, Bolsonaro juga kerap melanggar pendoman pemakaian masker di ruang publik, termasuk tidak menerapkan jaga jarak sosial seperti berjabat tangan, menggelar pesta, dan lain sebagainya. Padahal hakim sudah memerintahkannya untuk mengenakan masker pada akhir Juni lalu.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts