Ini 'Galaknya' Ridwan Kamil Soal Warga Secapa AD Tolak Rapid Test Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Warga yang bermukim di sekitar Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) menolak untuk di rapid test, begini reaksi galak Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

WowKeren - Klaster penyebaran virus corona (COVID-19) yang terjadi di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung sangat menggegerkan. Bagaimana tidak, klaster ini telah membuat Indonesia kembali memecahkan rekor tertinggi kasus corona dalam sehari.

Jumlah kasus yang ada dari klaster Secapa TNI AD ini begitu tinggi, yakni sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, hanya 17 kasus yang mendapat perawatan serta isolasi di rumah sakit. Sedangkan sisanya sebesar 1.245 kasus merupakan orang tanpa gejala atau OTG.


Gubernur Jabar Ridwan Kamil lantas memerintahkan jajarannya untuk melakukan rapid test massal bagi warga yang bermukim di sekitar Secapa AD. Namun rupanya, banyak warga yang menolak untuk mengikuti rapid test.

Mendengar hal tersebut, Ridwan Kamil pun cukup gerap. Ia langsung menegaskan jika rapid test di wilayah tersebut wajib hukumnya demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas. Semua warga dengan ini wajib melakukan rapid test.

”Kami sudah bersepakat dengan pak wali, sebagai pembina Gugus Tugas kota Bandung,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung pada Jumat (10/7). “Pengetesan lingkungan sekitar wajib hukumnya, tidak boleh menolak. Itu akan kami lakukan secepatnya.”

Walikota Bandung Oded M Danial sendiri memastikan pihaknya tidak hanya melakukan rapid test, namun juga swab test pada Minggu (12/7). Pemeriksaan ini kana dilakukan di Balai Kota Bandung.

”Insya Allah, Kota Bandung siap untuk melaksanakan arahan dari gubernur,” tegas Oded. “Sesungguhnya, setelah mendengar informasi ada klaster di lingkungan Hegarmanah ini, saya langsung bergerak menginstruksikan kepada Gugus Tugas Kota Bandung, untuk melakukan rapid test.”

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan baru ada 28 warga yang bersedia untuk diperiksa menggunakan rapid test. Menurutnya, banyak masyarakat yang ketakutan untuk menjalani pemeriksaan tes corona.

“Insyaallah Besok, hari minggu akan swab, baru ada sekitar 28 orang yang sudah kami data,” kata Ema. “Kami akan terus telusuri dan data, wajib melaksanakan pemeriksaan di Balai Kota. Kami akan telusuri dan data agar bisa melaksanakan pemeriksaan.”

”Yang bersedia baru 28 orang, yang lainnya menolak sementara rapid test,” sambungnya. “Mungkin mereka parno (takut), takut atau apa. Tiba-tiba diperiksa (reaktif).”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts