Wisata Kembali Buka, Naik Roller Coaster di Jepang Dilarang Berteriak Cegah COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tak cukup sampai di situ, pihak taman hiburan Fuji-Q Highland juga meminta agar pengunjung memasang ekspresi serius saat menaiki wahana ini lalu kemudian memotretnya.

WowKeren - Pengelola taman hiburan Fuji-Q Highland di Jepang kembali membuka kawasan wisatanya. Namun, pihak pengelola melarang pengunjung yang menaiki salah satu wahananya, roller coaster, untuk berteriak.

Bukan tanpa alasan, hal ini untuk menghindari penyebaran virus corona. Sehingga sebagai gantinya pengunjung boleh berteriak sepuasnya namun hanya dalam hati saja.


Kebijakan ini tentu bertolak belakang dengan "tradisi" menaiki wahana roller coaster. Sebab, berteriak sekencang-kencangnya lah yang membuat aktivitas menaiki wahana ini jadi seru.

Tak cukup sampai di situ, pihak pengelola juga meminta agar pengunjung memasang ekspresi serius saat menaiki wahana ini. Lalu kemudian ekspresi itu akan dipotret untuk dibagikan ke media sosial.

Upaya ini merupakan bagian dari kampanye dari tantangan #KeepASeriousFace untuk mendapatkan tiket gratis. Hal itu sebagaimana dikutip dari Medical Daily yang dilansir Antara, Sabtu (11/7).

Tak hanya itu, pihak pengelola juga mewajibkan tiap-tiap pengunjung untuk mengenakan masker. Hal itu guna mencegah droplet jatuh atau menular ke orang lain melalui udara.

Adapun aturan ini diperkenalkan oleh The Fuji-Q Highland Theme Park bulan lalu saat kembali dibuka usai pemberlakuan lockdown di Jepang. Tentu saja, aturan baru ini cukup sulit untuk diterapkan oleh sebagian pengunjung. Bahkan pengunjung menilai jika menaiki tanpa berteriak adalah hal yang sangat berat dan tidak mungkin untuk dilakukan.

Salah seorang mahasiswa, menyebut jika aturan tersebut cukup menyiksa untuk diterapkan. Sebab, aturan tersebut membuatnya tidak bisa menikmati roller coaster sebagaimana mestinya.

"Tidak mungkin untuk tidak berteriak," kata mahasiswa perguruan tinggi Rika Matsuura kepada Wall Street Journal seperti dilansir dari Market Watch. "Ini sungguh menyiksa ketika Anda bisa kembali ke tempat favorit Anda namun tidak bisa menjerit dan menikmati semuanya 100 persen."

Sementara itu, jepang telah mencatat sedikitnya 20.719 kasus positif corona per hari ini, Sabtu (11/7) dengan total kematian sebanyak 982 jiwa. dari jumlah itu, sebanyak 17.652 orang dinyatakan sembuh.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts