Jokowi Ungkap Prediksi Baru Soal Puncak Pandemi Corona di Indonesia, Kapan?
Instagram
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya Presiden Joko Widodo pernah memprediksi puncak penyebaran wabah Corona terjadi pada Mei 2020, yang tentu saja meleset melihat saat ini kurva perkembangan kasus naik dengan signifikan.

WowKeren - Para pejabat publik kerap melontarkan prediksinya soal kapan pandemi virus Corona di Indonesia akan berakhir. Termasuk diantaranya Presiden Joko Widodo, yang bernasib seperti "peramal" lain, prediksinya pun kerap kali meleset karena tak terduganya wabah ini.

Kekinian Jokowi kembali menyampaikan prediksi terbarunya soal kapan puncak pandemi Corona di Indonesia. Menurut sang kepala negara, puncak wabah akan terjadi pada sekitar bulan Agustus atau September 2020 mendatang.


"Kalau melihat angka-angka, memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September," ujar Jokowi saat berbincang dengan awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7). "Perkiraan terakhir."

Sebelumnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu memang sudah pernah menyampaikan prediksi kapan puncak wabah virus Corona terjadi. Pada Maret 2020 lalu, yang notabene merupakan awal mula wabah berkembang di Indonesia, Jokowi memprediksi puncak penularan akan terjadi pada bulan Mei dan bulan Juli sudah mulai menurun.

Tentu saja prediksi ini luar biasa meleset, apalagi bila melihat bulan Juli 2020 diawali dengan adanya lonjakan besar kasus positif COVID-19. Sebagai pengingat, pada pekan lalu ada rekor nasional baru yang ditorehkan yakni mencapai 2.657 kasus positif terkonfirmasi dalam rentang 24 jam.

Terkait dengan prediksi terbarunya, Jokowi mengaku mendasarkan pada data-data yang saat ini diterimanya. Termasuk soal justru semakin banyaknya kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi setiap harinya.

Selain itu, sang mantan Wali Kota Solo juga membenarkan perihal beberapa daerah yang positivity rate alias perbandingan antara jumlah tes dan orang yang dinyatakan positif COVID-19 masih melonjak. Seperti di DKI Jakarta yang positivity rate-nya melonjak dari 4 sampai 5 persen ke 10,5 persen.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menegaskan prediksinya soal puncak pandemi pada Agustus atau September itu pun masih bisa berubah. Oleh karenanya, Jokowi mendorong setiap jajarannya untuk meningkatkan kinerja supaya dapat lebih maksimal dalam menekan penyebaran wabah infeksi saluran pernapasan tersebut.

"Kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda," tutur Jokowi, seperti dilansir dari Kompas, Selasa (14/7). "Oleh sebab itu, saya minta pada para menteri untuk bekerja keras."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts