Singapura Masuk Jurang Resesi, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Dunia
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menyebut Singapura menempati urutan ke-5 sebagai mitra dagang Indonesia. Hal ini berarti, posisi tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.

WowKeren - Singapura telah masuk ke jurang resesi. Hal itu telah dikonfrmasi oleh data yang ditunjukkan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, Selasa (13/7).

Pada kuartal kedua, ekonomi Singapura mengalami kontraksi sebesar 41,2 persen. Singapura sendiri selama ini merupakan salah satu mitra dagang RI.


Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad buka suara menanggapi hal itu. Ia menjelaskan ada jalur-jalur yang dilewati oleh hubungan antar negara. Salah satunya adalah jalur perdagangan.

Ia menyebutkan jika berdasarkan data terakhir yang didapatnya, Singapura menempati urutan ke-5 sebagai mitra dagang Indonesia. Hal ini berarti, posisi tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Dari data terakhir Singapura itu posisinya nomor 5 mitra dagang Indonesia," kata Tauhid dilansir Detik, Selasa (14/7). "Itu posisi penting ya."

Melemahnya ekspor non migas membuat neraca perdagangan Indonesia dengan Singapura mengalami penurunan pada periode Mei 2020. Lalu selain perdagangan, ada juga jalur investasi. Investasi ini berkontribusi penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Terlebih lagi, ada industri Singapura yang bertempat di Indonesia. Industri-industri tersebut juga akan terdampak dengan kondisi ini.

"Data BPS menyampaikan jika terjadi penurunan, bulan Mei saja sudah terlihat penurunan," lanjut Tauhid. "Kemudian banyak industri dari Singapura yang bertempat di Jabodetabek dan Batam ini juga menurun."

Sementara itu, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkap jika kondisi perekonomian di dunia juga sedang sulit. Pandemi COVID-19 membuat negara-negara kewalahan menangani keterpurukan ekonomi mereka.

"Kontraksi ekonomi atau resesi selama wabah sebenarnya merupakan kewajaran, terjadi hampir di semua negara," ujarnya masih dilansir Detik. "Terutama negara-negara yang sangat bergantung kepada ekspor seperti Singapura."

Berbeda dengan Singapura, Indonesia bukanlah negara yang bergantung pada ekspor. Sehingga meskipun terjadi kontraksi ekonomi, ia memperkirakan tidak akan sedalam yang dialami Singapura. "Perekonomian kita lebih bergantung kepada konsumsi rumah tangga. Sementara selama wabah ini konsumsi walaupun mengalami penurunan tetapi tidak terlalu besar," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts