Kepala Bappeda Jatim Meninggal Karena COVID-19, Khofifah Beri Penghargaan
Instagram/khofifah.ip
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Rudy Ermawan Yulianto meninggal dunia pada Selasa (14/7) kemarin karena terinfeksi COVID-19.

WowKeren - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Rudy Ermawan Yulianto meninggal dunia pada Selasa (14/7). Diketahui, Rudy tutup usia disebabkan oleh virus corona (COVID-19).

Rudy sendiri sempat dirawat di ICU Ruang Isolasi Khusus Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya sejak delapan hari lalu. Kepala Humas Rumah Sakit Dokter Soetomo, dokter Pesta Parulian mengatakan jika hasil pemeriksaan Rudy memang positif terinfeksi COVID-19.

Sebelum menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Soetomo, Almarhum Rudy sempat dirawat di Rumah Sakit Darmo. “Tadinya, kan, dari Sumah Sakit Darmo. Beliau sesak," ujarnya. "Susah juga, ya, karena beliau ini obes (obesitas). Berat badannya besar. Kebanyakan pasien kami yang meninggal memang obesitas."

Akibat virus corona tersebut, pria yang pernah menjabat Kepala Dinas PU Cipta Karya Jatim ini mengalami gagal sejumlah organ. “Gagal ginjal, gagal jantung, gagal hampir semua organ,” terang dokter Pesta.


Terkait meninggalnya Rudy tersebut membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut mengucapkan bela sungkawa. Ia mengatakan jika Almarhum semasa hidup adalah salah satu sosok ASN terbaik yang pernah dimiliki Pemprov Jatim, yang juga berperan aktif dalam penanganan COVID-19 di dalam Gugus Tugas Jatim.

“Innalillahi wa Innailaihi Rajiun, kita semua berduka, keluarga besar Pemprov Jatim berduka. Teman kita, saudara kita Pak Rudy telah dipanggil ke haribaan Allah SWT," ujar Khofifah. "Semoga Allah mengampuni segala khilaf beliau, dan menerima semua amal baiknya."

Khofifah segera menggelar tahlil dan salat ghaib bersama di Musala Grahadi dengan menerapkan protokol kesehatan. “Kami tahlilan dan salat ghaib di musholla Grahadi. Kami ingin agar ada salat ghaib di sini karena tahun lalu beliau ikut merenovasi musala ini,” katanya.

Atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur, Khofifah mengaku sudah mengusulkan kenaikan pangkat istimewa untuk Almarhum melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa dan pengabdiannya sebagai ASN terbaik di Jawa Timur, termasuk dalam hal penanganan COVID-19.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts