Bio Farma Buka Suara Soal Tudingan Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Corona dari Tiongkok
AFP
Nasional
Vaksin COVID-19

Sejumlah pihak menuding Indonesia sedang menjadi kelinci percobaan vaksin Corona buatan Sinovac, Tiongkok. BUMN Bio Farma sebagai pihak yang bekerja sama dengan Sinovac pun angkat bicara.

WowKeren - Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menjalani uji klinis fase III atas vaksin antivirus Corona buatan perusahaan bioteknologi Sinovac asal Tiongkok. Namun keikusertaan Indonesia dalam uji klinis ini justru berbuah tanggapan miring seperti isu bahwa Tanah Air menjadi kelinci percobaan vaksin tersebut.

BUMN Bio Farma selaku pihak yang bekerja sama dengan Sinovac pun angkat bicara soal isu tersebut. Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, menepis kuat tudingan tersebut dan menegaskan bahwa uji klinis yang dilakukan di negara lain seperti ini merupakan hal yang lazim di industri farmasi.


Bambang pun menceritakan bahwa Bio Farma juga pernah mengadakan uji klinis di Belgia dan Panama. "Apa orang Belgia dan Panama berkata 'Wah ini saya jadi kelinci percobaan ini'. Enggak, ini normal," terang Bambang, seperti dilansir dari Kompas TV, Selasa (28/7).

Bambang juga mengambil contoh produksi vaksin lain seperti Pentabio. Proses uji klinisnya, dari fase I sampai III semua dilakukan di Indonesia dan tak pernah mendapatkan reaksi kontra dari masyarakat.

"Memang seperti itu prosedurnya," kata Bambang. "Mungkin sekarang ini karena banyak disorot ya jadi kesannya seperti kita jadi kelinci percobaan."

Padahal dilakukannya uji klinis di beberapa negara ini merupakan hal yang memberi dampak baik. Yakni menambah khazanah variasi hasil uji karena dilakukan terhadap penduduk beberapa negara dengan ras dan kondisi geografis yang berbeda-beda pula.

"Kalau menurut kami, kita (Indonesia) beruntung," jelasnya. "Karena kita mau melihat respon yang muncul terhadap perbedaan ras, perbedaan geografis, antar negara-negara yang sedang diuji ini."

Pengujian ini pun wajib dilakukan demi melihat efektivitas dari penyuntikan vaksin sebelum diproduksi dan diedarkan massal. Fase III uji klinis ini pun, imbuh Bambang, justru relatif lebih aman dibandingkan dengan fase I dan II yang dilakukan di Tiongkok. Uji klinis tahap III yang akan berlangsung pada Agustus 2020 mendatang ini ibarat untuk memastikan ulang khasiat dan efek samping vaksin produksi Sinovac.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts